Chef Frances Tariga Kembali ke Tanah Air untuk Meluncurkan Tadhana Makati
Restoran fine-dining baru di Kota Makati mendefinisikan ulang “masakan kelas menengah” Filipina melalui sudut pandang global modern
Recommended Video
- Chef Frances Tariga kembali ke Manila setelah berkarier kuliner internasional di kota-kota seperti New York, London, dan Dubai untuk membuka Tadhana Makati, yang diluncurkan pada 15 Mei 2026, di Gedung Levanto di Jalan Jupiter.
- Restoran ini merupakan konsep unggulan di bawah MLG Hospitality (divisi kelas atas Mama Lou Group) dan menyajikan interpretasi fine-dining modern dari masakan Filipina.
- Menu mencicipi 10 hidangan (16 suapan) miliknya membayangkan kembali “masakan kelas menengah” Filipina sehari-hari seperti afritada, champorado, taho, dan pares menggunakan teknik global seperti fermentasi dan dry-aging.
- Ruang makan berkapasitas 20 kursi dan ruang privat berkapasitas 16 kursi menekankan desain yang intim, dipadukan dengan pengaruh budaya yang terkurasi dan lanskap suara Filipina modern.
- Tadhana memposisikan makanan Filipina dalam ranah fine dining global dengan memadukan cita rasa dan bahan lokal dengan impor premium, bersama dengan program minuman yang menampilkan anggur, sake, sampanye, dan mocktail yang terinspirasi dari samalamig.
Apa yang terjadi ketika seorang tokoh kuliner global kembali ke akarnya?
Chef Frances Tariga menghabiskan waktu bertahun-tahun membangun kariernya di beberapa dapur paling menuntut di dunia, dari New York hingga London dan Dubai. Ia meninggalkan Filipina pada usia 21 tahun untuk mengasah keahliannya di panggung internasional, berlatih di bawah standar global yang ketat dan meraih pujian kritis di luar negeri.
Kini, ia kembali ke Kota Makati dengan misi yang jelas: mengangkat makanan Filipina ke panggung dunia tanpa kehilangan jiwa kesehariannya.
Pada 15 Mei 2026, ia membuka Tadhana Makati, sebuah restoran fine-dining baru yang berlokasi di Gedung Levanto di Jalan Jupiter. Restoran ini berfungsi sebagai konsep makan unggulan dari MLG Hospitality, divisi kelas atas dari Mama Lou Group.
Narasi baru untuk fine dining Filipina
Di pusat Tadhana Makati terdapat menu mencicipi 10 hidangan yang terdiri dari 16 suapan yang dibuat dengan cermat. Pendekatannya menggabungkan teknik modern seperti fermentasi, dry-aging, dan kontrol suhu yang presisi dengan profil rasa Filipina yang sangat akrab.
Chef Tariga mendeskripsikan arahan kulinernya sebagai “masakan kelas menengah”, sebuah fokus yang disengaja pada makanan yang biasa dimakan oleh kebanyakan orang Filipina di rumah sejak kecil.
Alih-alih berfokus pada rekonstruksi warisan atau bahan-bahan asli murni, Tadhana menonjolkan hidangan yang berakar pada kehidupan sehari-hari masyarakat Filipina. Nantikan reinterpretasi dari champorado, afritada, taho, dan pares larut malam, yang ditingkatkan melalui teknik dan penyajian yang halus.
“Kami membangun sesuatu yang dapat berdiri di mana pun di dunia, bukan dengan peniruan, melainkan dengan presisi dalam mengekspresikan siapa diri kami”
Menu tersebut memadukan bahan-bahan global premium seperti Wagyu dan kaviar Kaluga dengan hasil bumi lokal, termasuk jeruk asli, sayuran liar, dan biji-bijian yang difermentasi. Ini adalah dialog antara kenyamanan dan keahlian, yang berakar pada memori Filipina namun dieksekusi dengan teknik global.
Desain restoran dan pengalaman bersantap
Desain Tadhana Makati mencerminkan filosofi dualitas budayanya: keakraban lokal yang diekspresikan melalui estetika global.
Ruang makan utama adalah ruang intim berkapasitas 20 kursi yang dirancang dengan minimalisme dan kehangatan, memprioritaskan suasana di atas formalitas. Lingkungannya sengaja dibuat kontemporer, menampilkan perpustakaan pengaruh terkurasi yang membentuk pemikiran kuliner Chef Tariga, diiringi dengan soundtrack hip-hop Filipina modern.
Untuk jamuan privat, restoran ini menawarkan ruang terpisah berkapasitas 16 kursi untuk pengalaman yang lebih eksklusif.
Program minuman dan konsep
Program minuman Tadhana Makati terbagi menjadi empat jalur berbeda: anggur, sake, sampanye, dan program non-alkohol yang berpusat pada minuman yang terinspirasi samalamig dan mocktail kriya.
Pendekatan ini memposisikan restoran dalam percakapan fine-dining global sambil tetap mempertahankan sensibilitas Filipina yang khas dalam identitas minumannya.
Masakan Filipina di panggung global
Kembalinya Chef Frances Tariga dibingkai sebagai sebuah evolusi. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa masakan Filipina dapat beroperasi dengan percaya diri dalam sistem fine dining global tanpa kehilangan aksesibilitas atau landasan budayanya.
“Setiap teknik yang saya pelajari di luar negeri ada untuk melayani satu hal: membuat makanan Filipina terasa lebih seperti jati dirinya sendiri”
Dengan mengintegrasikan disiplin kuliner internasional dengan keramahtamahan Filipina, Tadhana Makati memposisikan dirinya sebagai ekspresi masa depan dari santapan Filipina kontemporer.
Tadhana Makati berlokasi di Gedung Levanto di Jalan Jupiter di Kota Makati, Filipina.
Reservasi tersedia melalui aplikasi OpenTable.
“Tadhana” adalah kata dalam bahasa Filipina yang diterjemahkan menjadi “nasib” atau “takdir”, merujuk pada sesuatu yang memang seharusnya terjadi.
Restoran ini menawarkan menu mencicipi Filipina kontemporer 10 hidangan yang terdiri dari 16 suapan kecil, memadukan teknik kuliner modern dengan cita rasa Filipina yang akrab.
Konsep ini berfokus pada makanan rumahan Filipina sehari-hari seperti afritada, champorado, dan pares, yang diinterpretasikan kembali melalui teknik fine-dining alih-alih kerangka kerja yang berfokus pada warisan atau bahan asli.
Ya. Restoran ini menawarkan program minuman non-alkohol khusus yang menampilkan minuman yang terinspirasi samalamig dan mocktail kriya.
Fotografi Kim Santos

