Fallen Angels: Mengejar Mimpi Neon di Kota yang Tak Pernah Berhenti
Mereka berjalan menyusuri kota, setengah jatuh cinta pada malam hari, setengah lagi mencari sesuatu yang tidak bisa mereka sebutkan
Hantu masa lalu
Di tengah gemerlapnya jalanan New York yang diterangi lampu neon, di mana udara pekat dengan aroma hujan dan waktu yang hilang, berbalut busana sartorial dengan sentuhan retro, mereka berjalan.
Hati mereka, yang dipenuhi kerinduan, berdetak seiring dengan denyut nadi kota, terjebak di antara apa-jika dan bisa-bisa.
Namun, sejauh apa pun mereka melangkah, bulevar membentang tanpa henti di hadapan mereka-hilang dalam irama malam, tergantung dalam ketidakpastian harapan yang sekejap dan keinginan yang tak terucapkan.
Mereka bergerak seperti hantu, setengah terlihat dalam cahaya halogen kota, menyelinap di antara genangan air dan asap rokok, terbebani oleh beban pikiran mereka sendiri.
Sepatu mereka bergesekan dengan trotoar, kulit antik yang melembut karena bermil-mil perjalanan.
Boulevard yang tidak pernah berakhir
Udara terasa kental dengan semacam nostalgia yang tidak jelas asal-usulnya. Mungkin karena hujan. Atau lampu-lampu neon yang berkedip-kedip seperti membisikkan rahasia yang tidak sempat dipecahkan oleh siapa pun.
Mereka tidak membicarakannya. Mereka saling berbagi pandangan, benda-benda berbobot yang menekan tulang selangka dan berlama-lama di antara tarikan napas.
Ada sebuah pemahaman: inilah yang dimaksud dengan muda dan sakit. Berpakaian seperti masa lalu yang tidak pernah mereka jalani.
Berjalan di jalan yang bukan milik siapa-siapa. Menginginkan, tetapi tidak pernah memegang.
Mereka selalu bergerak, seakan-akan gerakan maju dapat mengelabui waktu untuk melunakkan cengkeramannya.
Namun bulevar ini membentang tanpa batas, seperti benang panjang yang terurai menjadi malam yang tidak akan pernah berakhir.
Mereka tetap mengikutinya, siluet mereka ditelan oleh kota, oleh irama gelap, oleh kemungkinan yang hampir tak terbatas.
Lihat editorial mode lengkapnya di halaman VMAN SEA 02: sekarang tersedia untuk dibeli!
Fotografi Luke Dickey
Pengarahan kreatif Audie Umali
Mode Charlie Ward
Rambut Kazuto Shimomura
Model Austin Adrian (Agensi AMR) dan Duncan Runas (Crawford Models)

