Omar Daniel: menjaga gaya pribadi tetap otentik adalah sebuah tanggung jawab
Aktor Indonesia itu cenderung pada desain yang tak lekang oleh waktu dan bersahaja yang mencerminkan selera klasiknya
Recommended Video
Aktor yang sedang naik daun yang menjaga gaya klasiknya
Aktor Indonesia Omar Daniel mengakui bahwa ia memasuki jalur kariernya saat ini hampir secara tidak sengaja. Pada tahun 2016, di semester terakhirnya di universitas, ia memberanikan diri terjun ke dunia modeling dan pekerjaan komersial—tidak lama kemudian, ia ditawari peran dalam serial TV dan film.
“Awalnya saya ragu, tetapi saya selalu tertarik pada tantangan baru, jadi saya mengambil kesempatan tersebut, yang menandai awal perjalanan saya di industri ini.” Meskipun tidak ada dalam rencana kariernya, Omar akhirnya jatuh cinta dengan seni peran tersebut. Seiring perjalanannya di dunia hiburan Indonesia, hubungannya dengan mode dan gaya pun semakin mendalam.
“Sebagai seseorang yang menjadi sorotan publik, saya sadar bahwa penampilan saya dapat memengaruhi tren. Hal itu datang dengan tanggung jawab untuk merepresentasikan gaya pribadi dan pencitraan merek dengan cara yang otentik sesuai dengan diri saya. Mode dan akting saling terkait erat, dan saya berharap dapat menginspirasi penonton saya untuk tetap menjadi diri sendiri: untuk tidak terpengaruh oleh tren yang cepat berlalu dan untuk merangkul keberlanjutan melalui pilihan yang bijaksana.”
VMAN: Mohon ceritakan lebih banyak tentang gaya pribadi Anda.
Omar Daniel: Saya memilih untuk hanya mengenakan apa yang saya sukai: pakaian yang nyaman, terasa pas bagi saya, dan membuat saya merasa percaya diri. Gaya saya cenderung ke arah desain yang tak lekang oleh waktu dan sederhana yang terasa seperti diri saya apa adanya.
VMAN: Siapa saja yang memengaruhi gaya Anda, dan bagaimana mereka memengaruhi cara berpakaian pribadi Anda?
OD: Saya mengagumi Jonathan Anderson karena kemampuannya untuk tampil segar, berani, dan canggih, selalu menyeimbangkan antara kesederhanaan dan dampak yang kuat. Ia memiliki bakat untuk mencuri perhatian melalui detail-detail halus yang menonjol. Karya-karyanya menginspirasi saya untuk tetap bergaya namun tetap rendah hati, merangkul potongan yang tak lekang oleh waktu daripada tren cepat dan kebisingan industri.
VMAN: Merek mode apa saja yang memengaruhi gaya Anda?
OD: Saya selalu menyukai Loewe, Bottega Veneta, dan Dior. Masing-masing memiliki karakter khas yang diekspresikan melalui detail yang sederhana namun menawan.
VMAN: Bagaimana seseorang mengembangkan atau menumbuhkan gaya pribadinya?
OD: Jangan selalu mengikuti tren. Tetaplah setia pada diri Anda sendiri, dan jangan berpakaian hanya untuk menyenangkan orang lain. Gaya tidak boleh terasa dipaksakan, gaya harus terasa seperti diri Anda.
VMAN: Bagaimana Anda menggambarkan industri mode dari sudut pandang Anda?
OD: Di Indonesia, terdapat gelombang kuat mode sopan (modest fashion) serta gaya yang bersih dan minimalis, semuanya sambil memadukan kekayaan budaya dengan sentuhan modern. Kita memiliki variasi kain tradisional yang luar biasa seperti batik dan tenun yang menawarkan begitu banyak ruang untuk kreativitas. Sangat menarik juga melihat desainer muda yang berfokus pada keberlanjutan dan menceritakan kisah-kisah lokal melalui karya mereka.
Kain bukan sekadar sesuatu yang kita kenakan, ia membawa nilai spiritual dan budaya. Itu adalah bagian dari siapa kita, bagian dari warisan kita, dan layak untuk diakui, dihormati, serta dilestarikan.
VMAN: Apakah Anda merasakan tanggung jawab ini untuk merepresentasikan budaya Anda kepada dunia melalui gaya, karya, kegiatan kreatif Anda, dan sejenisnya?
OD: Berada di mata publik memberi saya kesempatan untuk berbagi budaya saya dengan audiens yang lebih luas, baik itu melalui apa yang saya kenakan, cerita yang saya sampaikan, atau karya kreatif yang saya lakukan.
Menurut saya, sangat luar biasa bisa pergi ke dunia luar dan tetap membawa akar budaya Anda. Sangat berarti bagi saya untuk mewakili sesuatu yang lebih besar dari sekadar diri saya sendiri, dan jika hal itu menginspirasi orang lain untuk merangkul budaya mereka sendiri juga, maka itu jauh lebih baik.
Seperti yang terlihat di halaman VMAN SEA 04, tersedia dalam bentuk cetak dan melalui e-langganan.
Terima kasih khusus Raynard Randynata


