Desainer Indonesia Temma Prasetio menampilkan kekuatan dan sensitivitas dalam koleksi barunya
Potongan yang dibuat dengan rapi dan siluet yang nyaman dipakai dalam “Beautiful Masculinity” mengeksplorasi identitas baru untuk mode pria
Oleh Angelo Dionora
Maskulinitas baru
Desainer Indonesia Temma Prasetio baru-baru ini debut di Mercedes-Benz Fashion Week Kuala Lumpur 2025 dengan “Beautiful Masculinity,” sebuah koleksi resor yang mendefinisikan ulang kekuatan melalui keanggunan, jahitan, dan struktur.
Dikenal karena menggabungkan tekstil tradisional Indonesia ke dalam busana pria modernnya, Temma Prasetio berinovasi untuk koleksi barunya ini, menampilkan berbagai kain yang biasanya tidak terlihat dalam karya-karya sebelumnya: wol, scuba, dan bahan menyerupai kulit, menawarkan kekayaan tekstur dan daya tarik modern. Potongan yang dibuat dengan rapi dan siluet yang nyaman dipakai dalam nuansa warna tanah memancarkan estetika maskulin yang kuat sekaligus puitis.



Karya khasnya meliputi jaket bomber, kemeja tanpa kerah, dan reinterpretasi menonjol dari beskap — kemeja tradisional Jawa — dan sarung, memberikan sentuhan minimalis dan modern. Melengkapi penampilan adalah sandal kulit dan sepatu loafer suede dari MARIO MINARDI.
“Koleksi ini adalah tentang mengeksplorasi identitas baru untuk mode pria — yang memberikan ruang bagi kekuatan dan sensitivitas untuk hidup berdampingan,” kata Temma setelah pertunjukan. “Saya ingin menampilkan desain Indonesia di panggung global, tidak terbatas pada tekstil tradisional, tetapi tetap terinspirasi oleh siluet dan semangat budaya kita.”


Lulusan sekolah mode swasta Italia Instituto di Moda Burgo, Temma pertama kali mendapatkan pengakuan sebagai juara kedua dalam kompetisi Perancang Mode Menswear 2018 di Jakarta Fashion Week (JFW). Selain di negara asalnya, karyanya juga telah ditampilkan di Indonesia Fashion Week (IFW), Jakarta Fashion & Food Festival (JF3), dan Dubai Fashion Week.


Koleksi “Beautiful Masculinity” kini tersedia di toko konsep mode PILLAR, tempat Temma mengadakan pesta peluncuran bersama teman dan keluarga dekat, serta sesi penataan gaya dengan influencer Indonesia Tysna Saputra.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Beskap adalah kemeja formal tradisional Jawa yang dicirikan oleh siluet berstruktur, berkerah tinggi, penutup kancing asimetris, dan garis-garis yang bersih. Desainer modern memperbarui pakaian warisan ini dengan menghilangkan lapisan seremonial yang kaku, menggunakan tekstil Barat seperti wol atau scuba, dan memadukannya dengan sarung minimalis untuk menciptakan pakaian resor sehari-hari yang luwes.
Koleksi 2025 Temma Prasetio, Beautiful Masculinity, berbeda dari gaya khasnya dengan menjauh dari ketergantungan ketat pada tekstil tenun tradisional Indonesia. Sebaliknya, koleksi ini bereksperimen dengan bahan pakaian Barat yang berat—seperti wol struktural, scuba teknis, dan tekstil berpenampilan kulit—untuk memperkenalkan variasi taktis yang segar.
Konsep Beautiful Masculinity mengeksplorasi ruang desain di mana kekuatan fisik dan sensitivitas emosional berdampingan dengan nyaman. Alih-alih condong ke arah pakaian jalanan (streetwear) yang agresif dan hiper-maskulin atau siluet yang terlalu halus, konsep ini mencapai keseimbangan menggunakan bahu tanpa struktur, palet warna bumi, dan penjahitan puitis yang memungkinkan pergerakan yang luwes.
Temma Prasetio telah mempresentasikan koleksi pakaian prianya di beberapa platform mode premium di seluruh Asia Tenggara dan Timur Tengah. Pameran yang menonjol termasuk debut internasionalnya di Mercedes-Benz Fashion Week Kuala Lumpur 2025, Dubai Fashion Week, Jakarta Fashion Week (JFW), Indonesia Fashion Week (IFW), dan Jakarta Fashion & Food Festival (JF3).
Penjahitan resor Indonesia modern berpadu secara alami dengan alas kaki gaya Italia klasik atau warisan yang terstruktur. Sandal kulit yang bersih, sandal kulit anyaman, dan loafer suede premium memberikan dasar yang halus namun santai yang melengkapi warna-warna bumi dan pakaian tradisional yang didekonstruksi tanpa mendominasi siluet.
