Gucci Rayakan Cinta Dengan Kampanye Hari Valentine “Gucci Together”
Sabato De Sarno dan Tina Barney membuat sebuah ode visual untuk cinta dalam segala bentuknya untuk Gucci
Potret hubungan yang intim
Cinta, makhluk halus yang berubah-ubah itu, mengepakkan sayapnya melalui celah-celah kehidupan kita dalam seribu penyamaran-kadang gemar bergosip dan malu-malu, kadang kurang ajar seperti hembusan angin yang tiba-tiba melalui jendela yang terbuka.
Kekuatan yang beraneka ragam dan tak terkendali inilah yang ingin disaring oleh Gucci, sang maestro keanggunan, menjadi satu kesatuan: Bersama. Bukan cinta dalam bentuk klise, tetapi cinta dalam bentuknya yang mentah-kekeluargaan, platonis, romantis-yang dijalin menjadi permadani hubungan antarmanusia yang tak terlukiskan.
Sabato De Sarno, alkemis keintiman House of Sarno, memahami bahwa kisah cinta yang paling menyihir bukanlah kisah cinta yang dipintal dari renda-renda dongeng, melainkan kisah cinta yang dibungkus dalam tekstur keseharian-sentuhan sekilas, gumaman konspiratif, dan gravitasi yang hening karena dikenal.
TERKAIT: Untuk Tahun Ular, Gucci Merayakan Keluarga dan Tradisi
Dan siapa yang lebih baik untuk mengabadikan hal ini selain Tina Barney? Dia, penulis sejarah besar dari tableaux borjuis, yang lensanya tidak hanya mendokumentasikan tetapi juga mengungkapkan, mengubah sesuatu yang sudah dikenal menjadi sesuatu yang teatrikal dan sangat nyata.
Keindahan teatrikal dari kehidupan sehari-hari
Bersama-sama, mereka menciptakan kasih sayang dalam berbagai bentuk. Di sini, pergelangan tangan seorang ibu, yang masih dihiasi gema pelukan masa lalu, bersinar dalam kilau Rosso Ancora dari tas tangan Gucci Horsebit 1955 Soft.
Di sana, sepasang kekasih berdiri di ambang batas selamanya, jari-jari mereka merumput di atas sepotong Lambang GG dengan warna surgawi.
Di tempat lain, udara terasa kental dengan cerita-syal sutra Flora yang membisikkan rahasia pada angin, cincin Link to Love yang melingkari waktu hingga tak terbatas keemasan, aroma Gucci Flora yang melekat seperti kenangan yang setengah teringat.
Ini bukan sekadar benda, atau bahkan simbol, tetapi peninggalan kasih sayang, yang dijiwai oleh bobot tangan yang memegangnya, tatapan yang melekat padanya, momen yang mereka saksikan.
Karena inilah yang Gucci Together berani sampaikan-bahwa cinta, dengan segala puisi yang tak terucap, bukanlah sekadar perasaan, melainkan sesuatu yang harus dipakai, disentuh, dan dihayati. Dan dengan cara ini, mungkin, cinta tidak akan pernah benar-benar pudar.
Kesopanan Gucci

