Gucci Menyatukan Kalender Mode dengan Tiga Peragaan Besar di Tahun 2025
Dalam sebuah langkah berani untuk merampingkan narasi kreatifnya, Direktur Kreatif Gucci, Sabato De Sarno, akan menggabungkan koleksi pria dan wanita ke dalam tiga presentasi utama
Oleh Dayne Aduna
Narasi yang kohesif
Gucci akan merevolusi kalender fesyennya pada tahun 2025, dengan mengumumkan rencana untuk mempersembahkan tiga peragaan busana yang akan menggabungkan koleksi pria dan wanita. Rumah mode mewah asal Italia ini akan memulai tahun ini dengan koleksi Musim Gugur/Musim Dingin 2026 selama Milan Fashion Week di bulan Februari, diikuti dengan peragaan busana Cruise 2026 di Florence pada 15 Mei, dan berpuncak pada koleksi Musim Semi/Musim Panas 2026 di bulan September.
Konsolidasi strategis ini didorong oleh Sabato De Sarno, yang telah mengarahkan visi kreatif merek ini sejak debutnya dengan peragaan busana Gucci Ancora. Pendekatannya berpusat pada penciptaan dialog antara elemen maskulin dan feminin, dengan setiap koleksi mempertahankan identitasnya yang berbeda sekaligus berkontribusi pada narasi yang lebih luas dan kohesif.
Visi Sabato
Keputusan untuk menyatukan peragaan busana ini juga mencerminkan tren industri yang lebih luas terhadap format presentasi yang lebih ramping. Hal ini memberikan Sabato platform untuk mengekspresikan filosofi kreatifnya secara penuh, yang selanjutnya membentuk identitas Gucciyang terus berkembang. Rumah mode yang berbasis di Florence ini, yang telah menjadi landasan kemewahan sejak tahun 1921, terus berevolusi di bawah kepemimpinan Presiden dan CEO Jean-François Palus, dengan tetap mempertahankan komitmennya yang tak tergoyahkan terhadap keahlian dan inovasi Italia.
Format pertunjukan terpadu menandakan pendekatan yang lebih terfokus pada penceritaan dalam mode, di mana batasan antara pakaian pria dan wanita menjadi semakin cair-mencerminkan sikap kontemporer terhadap gender dalam mode.

Dayne Aduna
Dayne Aduna is an Associate Editor at VMAN Southeast Asia, specializing in fashion, grooming, film, television, and contemporary pop culture. With a strong editorial focus on menswear, his work explores how style intersects with shifting cultural movements across Southeast Asia and beyond.
His expertise spans fashion journalism, celebrity profiling, grooming and skincare trends, fragrance, runway reporting, and cultural commentary, with a particular eye for emerging creatives and youth-driven style.
Dayne has written extensively on fashion houses, seasonal trends, designer collections, and the evolving image of the modern Southeast Asian man, bringing both editorial depth and cultural relevance to his coverage.
