Nusantara
Di seluruh Indonesia, mode menjadi catatan hubungan, di mana kerajinan dan arsitektur bertemu untuk menelusuri identitas bersama di seluruh kepulauan
Oleh Dayne Aduna
Recommended Video
Kepulauan sebagai kerangka kerja
Di Indonesia, mode beroperasi sebagai register budaya yang dibentuk oleh geografi, perdagangan, dan bentuk kehidupan komunal yang telah lama ada.
Di seluruh kepulauan, gagasan tentang Nusantara memberikan kerangka kerja untuk memahami kontinuitas ini, yang menggambarkan identitas kolektif yang terbentuk melalui pertukaran antar pulau selama berabad-abad, alih-alih estetika tunggal.
Rasa keterhubungan ini tertanam dalam tradisi kerajinan Indonesia, yang membawa lapisan ingatan bersama yang dikembangkan melalui rute perdagangan sejarah dan sirkulasi budaya. Di Kota Tua Jakarta, bekas distrik pelabuhan, sejarah-sejarah ini sangat terlihat.
LIHAT JUGA: Once in the Far East
Ingatan bersama
Pernah menjadi titik temu bagi pertukaran global, kawasan ini menggambarkan bagaimana barang dan gagasan bergerak melalui pulau-pulau dan sekitarnya, yang dalam prosesnya membentuk budaya visual dan material.
Di Museum Wayang di Jakarta, hubungan antara bentuk dan identitas ini menjadi lebih eksplisit. Pewayangan menghadirkan tokoh-tokoh yang berlapis dan simbolis dalam penampakannya. Identitas dikonstruksi melalui tumpang tindih dan sugesti, alih-alih definisi tunggal, sebuah logika yang sejajar dengan bagaimana mode Indonesia sering kali menggabungkan berbagai pengaruh dalam satu bahasa visual.
Desain dalam gerak
Di seluruh konteks ini, muncul estetika bersama yang berakar pada sirkulasi, bukan isolasi.
Pola, teknik, dan motif bergerak di antara wilayah dan generasi, beradaptasi seiring perjalanannya. Hasilnya adalah bahasa desain yang mempertahankan ketegangan antara kontinuitas dan perubahan, yang dibentuk oleh interaksi berkelanjutan di seluruh kepulauan.
Dalam mode Indonesia kontemporer, hal ini diekspresikan melalui pakaian yang mengintegrasikan kerajinan tradisional dengan bentuk modern. Hubungan antara masa lalu dan masa kini tidak disajikan sebagai kontras, melainkan sebagai sebuah kontinuum. Teknik-teknik tetap terlihat dalam struktur baru, memungkinkan praktik-praktik sejarah untuk bertahan melalui adaptasi.
Secara keseluruhan, elemen-elemen ini memposisikan mode sebagai bagian dari infrastruktur budaya yang lebih luas. Hal ini mencerminkan bagaimana komunitas di seluruh Indonesia terus mengartikulasikan identitas melalui bentuk-bentuk bersama, bahkan saat bentuk-bentuk tersebut berevolusi.
Seperti yang terlihat di halaman VMAN SEA 05: kini tersedia untuk dibeli!
Fotografi Vonny Wong
Arahan kreatif dan mode Ivan Teguh Santoso
Tata rias Adelia Candra Pramono
Model Albana Herdafa dan Yanu (Persona)
Asisten fotografi Hamdillah Faqih
Asisten mode Syeni Amelia
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Nusantara merepresentasikan identitas kolektif yang dibentuk oleh perdagangan geografis selama berabad-abad. Ini berfungsi sebagai kerangka kerja yang menunjukkan bagaimana beragam tradisi kerajinan pulau saling terhubung tanpa memaksakan estetika tunggal.
Kota Tua Jakarta merepresentasikan persimpangan global bersejarah. Bekas distrik pelabuhan ini menunjukkan bagaimana barang-barang material dan ide-ide visual beredar di seluruh pulau, secara permanen membentuk budaya modern Indonesia.
Seni wayang menunjukkan bahwa identitas itu berlapis dan simbolis, bukan tunggal. Mode Indonesia mencerminkan logika ini dengan memadukan berbagai pengaruh regional dan historis ke dalam satu busana modern.
Mode kontemporer Indonesia melestarikan warisan dengan mengintegrasikan kerajinan tradisional pulau secara langsung ke dalam siluet modern. Evolusi ini menciptakan kesinambungan desain di mana praktik historis tetap ada melalui adaptasi struktural.
Konsep mode Indonesia yang unik ini divisualisasikan sepenuhnya dalam VMAN SEA 05. Anda dapat membeli edisi terbaru hari ini untuk melihat seluruh pemotretan editorial warisan kontemporer.

Dayne Aduna
Dayne Aduna is an Associate Editor at VMAN Southeast Asia, specializing in fashion, grooming, film, television, and contemporary pop culture. With a strong editorial focus on menswear, his work explores how style intersects with shifting cultural movements across Southeast Asia and beyond.
His expertise spans fashion journalism, celebrity profiling, grooming and skincare trends, fragrance, runway reporting, and cultural commentary, with a particular eye for emerging creatives and youth-driven style.
Dayne has written extensively on fashion houses, seasonal trends, designer collections, and the evolving image of the modern Southeast Asian man, bringing both editorial depth and cultural relevance to his coverage.
