Ketika Utilitas Bertemu dengan Keanggunan Urban Dalam Desain Martin Uy
Garis depan mode adalah medan perang yang baru. Martin menantang norma-norma mode tradisional dengan gaya yang berani dan cair secara gender yang menampilkan jaket berkerudung, potongan asimetris, dan elemen-elemen yang bermanfaat
Oleh Dayne Aduna
Recommended Video
Prajurit modern
Pakaian Martin Uy tidak hanya mengaburkan batas antara maskulin dan feminin, tetapi juga menata ulang hubungan antara kegunaan militer dan mode kontemporer.
Karya-karya khasnya menampilkan jaket bertudung yang tampak melayang di antara streetwear dan high fashion, dengan potongan asimetris tak terduga yang menantang siluet konvensional. Rancangan Martin adalah baju zirah untuk era modern, di mana identitas pribadi menjadi medan perang sehari-hari.
Elemen-elemen utilitarian dari pakaian tersebut-saku kargo, jahitan yang diperkuat, dan tali pengikat taktis-ditata ulang melalui lensa kemewahan dan keluwesan, yang menciptakan busana yang dapat digunakan dengan mulus di galeri seni maupun di jalanan kota.
Identitas sebagai medan pertempuran
Mengambil inspirasi dari lanskap perkotaan Manila dan pengalamannya sebagai perancang Asia dalam industri yang didominasi Barat, karyanya berbicara kepada audiens global sambil mempertahankan elemen khas Filipina.
Yang membedakan karya Martin adalah pemahamannya bahwa peperangan modern tidak dilakukan dengan senjata, tetapi dengan identitas dan ekspresi diri. Kantong utilitarian menjadi pernyataan kepraktisan dan kekuatan, sementara kerudung menawarkan perlindungan dan anonimitas di dunia yang selalu diawasi.
Kisah ini muncul di halaman VMAN SEA 01: sekarang tersedia untuk dibeli!
Fotografi BJ Pascual
Arahan kreatif Vince Uy
Mode Andre Chang
Perawatan Thazzia Falek
Asisten perawatan George Dillinger, Vincci Tardes, dan Jhessie Recto
Rambut Patty Cristobal
Kuku Luz Fortuno (Salon Alis dan Kuku Triple Luck)
Retouching Untalan Musim Panas
Model Diego Morissens (Luminary), Kensuke Adachi (Mercator), Eugene Reggio (Mercator), dan Jubei Caceres (IM Agency)
Produksi Jones Palteng
Asisten mode Kurt Abonal
Di lokasi Studio PioneerX

Dayne Aduna
Dayne Aduna is an Associate Editor at VMAN Southeast Asia, specializing in fashion, grooming, film, television, and contemporary pop culture. With a strong editorial focus on menswear, his work explores how style intersects with shifting cultural movements across Southeast Asia and beyond.
His expertise spans fashion journalism, celebrity profiling, grooming and skincare trends, fragrance, runway reporting, and cultural commentary, with a particular eye for emerging creatives and youth-driven style.
Dayne has written extensively on fashion houses, seasonal trends, designer collections, and the evolving image of the modern Southeast Asian man, bringing both editorial depth and cultural relevance to his coverage.
