Cetak Biru Budaya di Balik Lapisan Konstruksi
Merek ini menampilkan pakaian putih bersih dengan detail kancing yang rumit dan jilbab berlapis, untuk merayakan keahlian dan budaya Filipina
Oleh Dayne Aduna
Recommended Video
Desain sebagai dialog budaya
Visi bersama Construction Layers lebih dari sekadar produksi pakaian, karena mereka terlibat dalam proses ide yang ketat dan pembuatan prototipe tanpa henti untuk menghembuskan kehidupan ke dalam setiap karya. Kreasi mereka melampaui batas-batas konvensional desain struktural, menggabungkan resonansi emosional yang mendalam dan cerita ke dalam setiap jahitan dan lipatan.
Perjalanan merek ini mencerminkan pemahaman yang mendalam bahwa fesyen berfungsi sebagai media ekspresi budaya dan narasi pribadi. Setiap karya berfungsi sebagai kapsul waktu, dengan pemikiran, emosi, dan eksplorasi kreatif setiap desainer pada momen-momen tertentu dalam perjalanan mereka yang disimpan. Aspek temporal dari karya mereka ini menambah lapisan makna pada desain mereka dan menjadikan setiap karya sebagai cerminan nyata dari evolusi kreatif mereka dan semangat budaya yang memengaruhi kreasi mereka.
Alih-alih mengulang kesuksesan masa lalu, CP Garcia dan Kendrick Cay berusaha untuk mendisrupsi dan mengkontekstualisasikan kembali ide-ide tradisional ke dalam dialog yang bermakna dengan estetika dan kebutuhan kontemporer.
Eksekusi teknis
Ansambel ini menampilkan busana putih bersih yang berfungsi sebagai kanvas kosong untuk detail kancing dan teknik pelapisan, yang terlihat jelas dalam interpretasi jilbab yang canggih. Pilihan estetika ini jauh dari sembarangan-ini merupakan cetak biru yang disengaja untuk merayakan dan mengangkat tradisi seni Filipina dalam konteks modern.
Melalui karya-karya mereka, Construction Layers berbicara tentang pemahaman yang lebih dalam tentang pakaian sebagai media untuk bercerita, di mana setiap potongannya memiliki banyak lapisan makna-mulai dari keahlian teknis yang terlihat dalam konstruksinya hingga narasi budaya yang dijalin ke dalam desainnya.
Kisah ini muncul di halaman VMAN SEA 01: sekarang tersedia untuk dibeli!
Fotografi BJ Pascual
Arahan kreatif Vince Uy
Mode Andre Chang
Perawatan Thazzia Falek
Asisten perawatan George Dillinger, Vincci Tardes, dan Jhessie Recto
Rambut Patty Cristobal
Kuku Luz Fortuno (Salon Alis dan Kuku Triple Luck)
Retouching Untalan Musim Panas
Model Diego Morissens (Tokoh) dan Eugene Reggio (Mercator)
Produksi Jones Palteng
Asisten mode Kurt Abonal
Di lokasi Studio PioneerX

Dayne Aduna
Dayne Aduna is an Associate Editor at VMAN Southeast Asia, specializing in fashion, grooming, film, television, and contemporary pop culture. With a strong editorial focus on menswear, his work explores how style intersects with shifting cultural movements across Southeast Asia and beyond.
His expertise spans fashion journalism, celebrity profiling, grooming and skincare trends, fragrance, runway reporting, and cultural commentary, with a particular eye for emerging creatives and youth-driven style.
Dayne has written extensively on fashion houses, seasonal trends, designer collections, and the evolving image of the modern Southeast Asian man, bringing both editorial depth and cultural relevance to his coverage.
