Semangat Pemberontakan Bandid Lasavong Melejit Lewat Busana
Menggabungkan tradisi tekstil leluhur Laos dengan pemberontakan punk rock, Bandid menciptakan pernyataan mode yang berani yang menantang norma-norma budaya sekaligus menghormati keahlian warisan
Oleh Dayne Aduna
Recommended Video
Fondasi tradisional
Bandid Lasavong menggabungkan tekstil tradisional Laos, yang dikenal dengan pola tenunan tangan dan makna simbolis yang kaya, ke dalam siluet kontemporer yang menantang batas-batas mode konvensional.
Mantel kebesaran berfungsi sebagai kanvas untuk motif tradisional yang rumit, di mana pola kuno yang ditemukan dalam tekstil upacara Laos ditata ulang melalui lensa modern. Pola-pola ini, yang secara historis mewakili perlindungan spiritual dan identitas budaya, kini menari-nari di atas potongan-potongan yang tidak konvensional dan bentuk-bentuk asimetris. Penjajaran desain yang dihormati ini dengan penjahitan yang mutakhir menciptakan pernyataan yang kuat tentang evolusi dan pelestarian budaya.
Evolusi modern
Dalam sebuah keberanian yang berbeda dari aturan berpakaian tradisional Laos, Bandid memperkenalkan elemen jala yang menambah kesan punk yang khas. Lapisan-lapisan yang terbuka ini diseimbangkan dengan elemen tekstil, menciptakan ketegangan antara eksposur dan penyembunyian. Palet warnanya berasal dari kedua dunia-menggabungkan warna-warna yang kaya dan bersahaja khas kain lokal Laos dengan warna hitam pekat dan aksen metalik yang menjadi ciri khas mode punk.
Melalui pakaiannya, Bandid tidak hanya menantang batas-batas konvensional mode tetapi juga menyajikan komentar yang kuat tentang identitas budaya di dunia yang semakin mengglobal. Rancangannya menjadi bukti bagaimana keahlian tradisional dapat berkembang dan tetap relevan dengan tetap menghormati akarnya.
Kisah ini muncul di halaman VMAN SEA 01: sekarang tersedia untuk dibeli!
Fotografi BJ Pascual
Arahan kreatif Vince Uy
Fashion Ryuji Shiomitsu
Perawatan Thazzia Falek
Asisten perawatan George Dillinger, Vincci Tardes, dan Jhessie Recto
Rambut Patty Cristobal
Kuku Luz Fortuno (Salon Alis dan Kuku Triple Luck)
Retouching Untalan Musim Panas
Model Kensuke Adachi (Mercator), Diego Morissens (Luminary), dan Eugene Reggio (Mercator)
Produksi Jones Palteng
Asisten mode Aaron de Chavez, Ar Valdez, Patricia Naomi Cruz, dan Nichole Anne Pura
Di lokasi Studio PioneerX

Dayne Aduna
Dayne Aduna is an Associate Editor at VMAN Southeast Asia, specializing in fashion, grooming, film, television, and contemporary pop culture. With a strong editorial focus on menswear, his work explores how style intersects with shifting cultural movements across Southeast Asia and beyond.
His expertise spans fashion journalism, celebrity profiling, grooming and skincare trends, fragrance, runway reporting, and cultural commentary, with a particular eye for emerging creatives and youth-driven style.
Dayne has written extensively on fashion houses, seasonal trends, designer collections, and the evolving image of the modern Southeast Asian man, bringing both editorial depth and cultural relevance to his coverage.
