Arloji yang Terinspirasi dari Awan Karya Bvlgari dan Laurent Grasso
Octo Finissimo terbaru dari Bvlgari menangkap awan warna-warni dalam suspensi abadi, mengubah fenomena alam yang cepat berlalu menjadi pendamping abadi untuk pergelangan tangan Anda
Oleh Dayne Aduna
Penglihatan surgawi
Dalam sebuah kolaborasi penting antara horologi dan seni rupa, Bvlgari bermitra dengan seniman Prancis Laurent Grasso untuk menciptakan iterasi khas arloji Octo Finissimo. Arloji yang diproduksi terbatas sebanyak 200 buah ini menampilkan warna biru tengah malam dan formasi awan warna-warni pada pelat jamnya.
Desainnya berpusat pada fenomena alam yang menurut Laurent sangat menarik: awan warna-warni, di mana partikel-partikel yang tersuspensi dan tetesan air yang membeku menciptakan efek prisma. Peristiwa atmosfer ini diciptakan kembali pada pelat jam melalui sablon dengan pigmen metalik, yang secara permanen menangkap kejadian alam yang fana.
Spesifikasi teknis tetap sesuai dengan standar Octo Finissimo yang telah ditetapkan. Arloji ini menggunakan mesin jam otomatis BVL 138, dengan ketebalan hanya 2,23 mm, sementara case titanium sandblast-nya memiliki ketebalan 5,0 mm. Mesin jam ini menampilkan elemen dekoratif tradisional termasuk Côtes de Genève, talang, dan finishing perlage, dengan cadangan daya 60 jam.
Detail desain
Konstruksi arloji ini menggabungkan elemen praktis di samping fitur artistiknya. Casingnya berdiameter 40mm dan menawarkan ketahanan terhadap air hingga 30 meter. Mahkota titanium DLC dengan sisipan keramik memberikan daya tahan, sementara gelang titanium terintegrasi mempertahankan tema biru monokromatik pada arloji ini.
Laurent, yang dikenal karena mengeksplorasi fenomena yang tidak terlihat melalui berbagai media artistik selama dua dekade terakhir, telah menandatangani setiap kotak jam tangan di bagian belakangnya dengan motif awan. Kolaborasi ini dibangun di atas fondasi desain Octo Finissimo, yang terinspirasi dari langit-langit segi delapan Basilika Maxentius di Roma.
Arloji ini hadir dalam kotak presentasi berwarna biru, yang mencerminkan skema warna khas arloji ini dan menandai perpaduan antara ketepatan waktu fungsional dan ekspresi artistik kontemporer.

Dayne Aduna
Dayne Aduna is an Associate Editor at VMAN Southeast Asia, specializing in fashion, grooming, film, television, and contemporary pop culture. With a strong editorial focus on menswear, his work explores how style intersects with shifting cultural movements across Southeast Asia and beyond.
His expertise spans fashion journalism, celebrity profiling, grooming and skincare trends, fragrance, runway reporting, and cultural commentary, with a particular eye for emerging creatives and youth-driven style.
Dayne has written extensively on fashion houses, seasonal trends, designer collections, and the evolving image of the modern Southeast Asian man, bringing both editorial depth and cultural relevance to his coverage.
