Penampilan Akting Terbaik Sepanjang Masa
Melalui ekspresi halus dan penggambaran karakter yang mahir, inilah para aktor yang telah mengukuhkan peran mereka sebagai ikon sinema abadi
Film yang tak terhitung jumlahnya telah menampilkan karakter-karakter dengan kepribadian dan tingkah laku yang menarik perhatian, baik melalui sifat eksentrik maupun aura yang menawan. Aktor seperti Marlon Brando dan Heath Ledger telah menunjukkan bagaimana seni akting dapat mengabadikan peran dalam budaya pop.
BACA SELENGKAPNYA: Perampokan Oscar Terbesar Sepanjang Masa
Marlon Brando sebagai Vito Corleone
Sebuah penampilan ikonik yang sering dirujuk di seluruh sinema, penggambaran Marlon dalam The Godfather didefinisikan oleh ketenangan gangster, ucapan yang pelan, dan kedalaman emosionalnya. Diakui oleh Akademi, peran ini tetap menjadi salah satu penggambaran gangster paling abadi dalam budaya pop.
Daniel Day-Lewis sebagai Daniel Plainview
Daniel dengan mahir menggambarkan kemerosotan perlahan seorang pria yang didorong oleh uang ke dalam obsesi dan kegilaan dalam There Will Be Blood. Penampilannya menangkap keserakahan dan kekejaman Plainview, membuat karakter tersebut menarik sekaligus mengganggu.
Robert De Niro sebagai Jake LaMotta
Dalam film klasik tahun 1980-an Raging Bull, Robert memberikan penggambaran yang mendefinisikan karier sebagai petinju kehidupan nyata Jake LaMotta. Ia mewujudkan temperamen Jake yang keras dan kepribadian yang mudah berubah, menciptakan penampilan yang tetap menjadi tolok ukur dalam sejarah akting.
Javier Bardem sebagai Anton Chigurh
Penggambaran Javier tentang Anton Chigurh dalam No Country for Old Men menggambarkan teror kejahatan psikotik. Tanpa meninggikan suaranya, sikap tak tergoyahkan dan ekspresi kosong Anton membangkitkan ketakutan, menunjukkan bahwa ancaman bisa halus namun sangat efektif.
Timothée Chalamet sebagai Elio Perlman
Dalam Call Me By Your Name karya Luca Guadagnino, Timothée menghidupkan ambisi, kecerdasan, sensitivitas, dan kenaifan yang dibutuhkan untuk Elio. Melalui ekspresi halus dan bahasa tubuh yang bernuansa, ia menangkap kerentanan lembut dan kerinduan seorang pemuda yang menemukan cinta.
Paul Mescal sebagai Calum Patterson
Penampilan Paul dalam Aftersun menunjukkan bagaimana bahasa tubuh dapat menyampaikan lebih dari kata-kata. Dari kesedihan tersembunyi di matanya hingga postur rentan yang tertangkap dalam bidikan belakang, ia menyampaikan kedalaman emosi yang berbicara banyak tanpa dialog.
Heath Ledger sebagai The Joker
Interpretasi Heath tentang The Joker dalam The Dark Knight tetap menjadi penggambaran definitif dari Clown Prince of Crime. Menyimpang dari asal-usul karakter yang keras dan komedi, Joker-nya tenang, penuh perhitungan, dan kompleks secara filosofis. Aktor tersebut memasukkan intrik dan ketidakpastian ke dalam peran, menjadikannya salah satu penggambaran karakter buku komik terbaik dalam film.

