5 tas ‘it’ yang perlu Anda ketahui saat ini, terinspirasi dari kedatangan Jacob Elordi di Venesia
Jacob Elordi tiba di Venesia dengan tas jinjing Bottega, dan kami telah mengumpulkan lima tas yang memancarkan gaya keren yang sama tanpa usaha
Tas ikonik terbaik pilihan selebriti saat ini
Ketika Jacob Elordi mendarat di Bandara Marco Polo Venesia awal pekan ini, jelas bahwa kedatangannya lebih dari sekadar persinggahan festival rutin. Aktor Australia berusia 27 tahun itu, yang berada di Italia untuk mempromosikan film daur ulang Frankenstein Guillermo del Toro yang akan datang, berjalan ke terminal mengenakan seragam pilihannya berupa kaus putih, celana hitam, sepatu kets Prada Collapse, dan membawa apa yang kini telah menjadi aksesori penentu persona publiknya: tas it bag.
TERKAIT: di balik Kebangkitan sepatu kets torpedo, simbol status ramping baru di dunia mode
Pilihan Jacob pada kesempatan ini adalah tas jinjing Cabat Bottega Veneta, dipadukan dengan koper kabin Odyssey Intrecciato dari merek tersebut. Bagi seorang duta merek, ini adalah momen presisi pemasaran. Namun, foto-foto bandara yang beredar daring dalam beberapa jam juga berbicara tentang fiksasi budaya yang lebih besar: tontonan abadi kedatangan selebriti.
Ini adalah ritual setua industri paparazzi bandara itu sendiri. Hari ini, bintang-bintang seperti Jacob dan Pedro Pascal, yang tiba di Cannes awal tahun ini membawa tas jinjing Bottega, melanjutkan garis keturunan itu. Bandara tetap menjadi salah satu dari sedikit panggung publik di mana seorang selebriti dapat menampilkan keaslian dan kemewahan secara bersamaan.
Yang patut dicatat adalah peran tas dalam penampilan ini. Lebih dari sekadar kacamata hitam, sepatu kets, atau bahkan pakaian luar, tas menandakan dominasi. Tas ini bersifat utilitarian sekaligus teatrikal, wadah benda-benda dan simbol status. Seiring dengan terus meningkatnya minat konsumen terhadap tas mewah pria, aktor seperti Jacob menunjukkan bahwa barang-barang ini tidak lagi menjadi pelengkap busana, melainkan pusat perhatian.
Bagi mereka yang ingin meniru perpaduan glamor kasual dan branding yang disengaja itu, berikut adalah lima tas yang saat ini memiliki bobot budaya yang sama.
1. Tas Jinjing Cabat Bottega Veneta
Pilihan Jacob di Venesia, Cabat adalah salah satu desain Bottega yang paling abadi. Konstruksi kulit anyaman Intrecciato-nya menawarkan kehalusan dan skala, memproyeksikan keseriusan tanpa tergelincir ke dalam formalitas. Ini, pada dasarnya, adalah versi kursi sutradara bagi seorang aktor: fungsional dan mudah dikenali.
2. Koper Phantom CELINE
Baru-baru ini dibawa oleh aktor Korea Selatan Park Bo Gum dan V dari BTS, versi lini koper khas CELINE ini menonjol karena jahitan melengkungnya yang khas, sering disamakan dengan senyuman. Tas ini menyeimbangkan struktur dengan keringanan, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang menginginkan tas ‘it’ yang memancarkan otoritas sambil tetap menjaga kesan mudah didekati.
3. Tas Jinjing Lipat Puzzle Loewe
Karya Jonathan Anderson di Loewe secara konsisten berpusat pada pembentukan kembali kode-kode kemewahan. Puzzle Fold, dengan lipatan geometris dan presisi arsitekturnya, adalah studi dalam desain modern. Di lengan seorang aktor atau musisi yang sedang bepergian, tas ini menyiratkan pemikiran yang cermat, sebuah tas yang tidak hanya menyimpan barang-barang tetapi juga ide-ide.
4. Tas Gesper Prada
Tas Gesper Prada, dengan pengait logamnya yang berani dan siluetnya yang ramping serta terstruktur, modern sekaligus sangat utilitarian. Tas ini menawarkan tampilan yang lebih tajam daripada Cabat, sejalan dengan hubungan Jacob yang berkelanjutan dengan rumah mode tersebut. Bagi konsumen, tas ini mewujudkan ketegangan antara kepraktisan dan desain yang mencolok, sebuah aksesori yang terasa fungsional sekaligus sangat modis.
5. Bottega Veneta Andiamo
Pedro membawa Andiamo saat ia tiba di Cannes awal tahun ini, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu desain Bottega yang paling terlihat. Terstruktur namun lentur, tas ini memiliki detail simpul logam pada talinya, sentuhan halus yang menambah tekstur tanpa berlebihan. Jika Cabat cenderung minimalis, Andiamo terasa lebih arsitektural, dirancang untuk seseorang yang ingin memancarkan kemudahan dan tujuan.
Secara keseluruhan, desain-desain ini menggambarkan bagaimana aksesori kini menjadi penopang gaya selebriti. Jika dulu penekanannya pada penjahitan atau pakaian luar yang mencolok, kini tas telah muncul sebagai cara paling efisien untuk menunjukkan status dan selera.
Jika, puluhan tahun dari sekarang, generasi baru melihat kembali foto-foto paparazzi Jacob yang tiba di Venesia, mereka kemungkinan akan melihat lebih dari sekadar seorang aktor yang mempromosikan film monster. Mereka akan melihat bahasa kode kemewahan awal tahun 2020-an: tas jinjing sebagai lambang, koper sebagai subteks, dan kesan kemudahan yang dibangun dengan cermat yang sama sekali bukan kebetulan.
Foto milik Bottega Veneta, CELINE, Loewe, Prada










