Wallflowers: penjahitan gaya lama dan teknologi gaya baru
Pakaian pria kembali ke penjahitan, ditata ulang melalui detail digital dan sentuhan modern pada desain tradisional
Keahlian baru
Pakaian pria memasuki fase baru, yang tidak didefinisikan oleh penemuan kembali tetapi oleh penyempurnaan. Musim ini, para desainer kembali ke penjahitan terstruktur dengan sentuhan yang berbeda. Seni tradisional Asia Timur ditata ulang melalui lensa kecerdasan buatan, menghasilkan visual yang terasa berakar pada warisan sekaligus dibentuk oleh inovasi.
Siluet klasik seperti blazer tajam, celana panjang rapi, dan garis bersih berfungsi sebagai dasar. Yang membedakannya adalah detail pengerjaannya. Pola latar belakang yang dulunya dilukis dengan tangan menggunakan teknik kaligrafi kini dirender secara digital, dengan AI yang dilatih untuk meniru sapuan kuas dan tekstur tinta. Ini adalah pergeseran yang mencerminkan gerakan yang lebih luas menuju penggunaan teknologi bukan sebagai trik, tetapi sebagai alat yang bermakna untuk ekspresi kreatif.
Alih-alih menggantikan kerajinan tradisional, metode digital ini memperluasnya, menciptakan ruang untuk interpretasi baru estetika budaya. Bagi industri, ini adalah tanda bahwa hubungan mode dengan inovasi semakin matang. Bagi konsumen, ini membuka pintu bagi karya-karya yang terasa akrab sekaligus berpandangan ke depan. Karya-karya tersebut tetap dapat dikenakan, tetapi memiliki kedalaman tambahan.
Cobalah untuk memasukkan satu potong pakaian yang disesuaikan dengan detail artistik halus ke dalam lemari pakaian Anda. Baik itu blazer dengan lapisan bermotif atau kemeja dengan motif tonal yang terinspirasi AI, kuncinya adalah keseimbangan. Tetap rapi, tetapi personal.
Seperti yang terlihat di halaman VMAN SEA 03: sekarang tersedia untuk dibeli!
Fotografi Doc Marlon
Kepala Konten Editorial Patrick Ty
Pengarahan seni Mike Miguel
Mode Rex Atienza
Perawatan Nicole Ceballos
Rambut Patty Inojales
Model Craig Uy dan Enzo Lancone (Monarq)
Terima kasih khusus kepada Bryan Sy







