Si Kembar Leo dari Singapura Mengukir Gerakan Musik di Asia Tenggara
Melalui platform mereka FRSHOFF, Leo Twins bekerja untuk menjembatani kesenjangan antara komunitas musik yang berbeda
Si kembar mengembangkan pendidikan Asia Tenggara yang merdu
Dalam dunia kreatif saat ini di mana hanya sedikit ide yang belum dieksplorasi, salah satu topik yang jarang digali adalah ikatan unik antara anak kembar.
Sepanjang sejarah, saudara kembar yang kreatif telah menonjol di berbagai bidang—seniman seperti David dan Pieter Oyens, musisi seperti Robin dan Maurice Gibb dari Bee Gees, serta ikon mode Mary-Kate dan Ashley Olsen. Hubungan yang terjalin di antara saudara kembar sering kali memicu proses kreatif simbiotik yang berakar kuat pada pemahaman bersama.
Brandon dan Julien Leo, yang dikenal sebagai The Leo Twins, adalah contoh utama dari hal ini. Kakak beradik asal Singapura berusia 29 tahun ini, pendiri platform musik FRSHOFF, telah mengukir jalan mereka sendiri di industri musik.
Terlepas dari latar belakang keluarga mereka yang terkenal-terlahir dari pengusaha terkenal Lionel Leo dan Tina Tan-Leo-kembar ini tertarik pada musik sejak usia dini.
Julien mengenang hubungan awalnya dengan musik, menggambarkannya sebagai “masalah getaran,” sebuah perasaan yang beresonansi mendalam di dalam dirinya. “Saya jatuh cinta pada musik ketika saya menyukai bagaimana musik itu membuat saya merasa. Sesederhana dan semendalam itu,” katanya.
Brandon berbagi kisah serupa, setelah terinspirasi oleh musik dari The Beatles, Queen, dan Eminem. Memikirkan bahwa Anda dapat beresonansi dengan seseorang yang belum pernah Anda temui adalah hal yang indah,” renungnya. Meskipun Brandon awalnya sempat terpikir untuk menekuni musik, Julien-lah yang menginspirasinya untuk menjadikannya sebagai karier.
Si kembar ini sangat mendalami genre seperti R&B alternatif, pop, dan hip-hop. Brandon mencatat, “Genre dan audiens saling bersilangan lebih dari sebelumnya.” Bagi seniman Asia Tenggara seperti keluarga Leo, waktunya sangatlah tepat.
“Ada permintaan yang terus meningkat untuk musik Asia internasional,” Brandon mengamati. “Para seniman harus mengunci visi otentik mereka agar dapat menonjol. ”
Membangun komunitas melalui musik
Melalui platform mereka FRSHOFF, Leo Twins bekerja untuk menjembatani kesenjangan antara komunitas musik yang berbeda. “Dalam pengalaman saya, semangat persaudaraan dalam musik tetap hidup namun terdesentralisasi,” kata Brandon. “Saya berharap dapat menyatukan ‘suku-suku tetangga’ ini, menciptakan persaudaraan yang lebih kuat dan lebih berdampak.”
Julien juga mengungkapkan hal yang sama, dengan mengungkapkan keinginannya untuk membangun sebuah kolektif di mana para seniman yang beragam dapat bersatu di bawah satu tujuan yang sama: “Sebuah gelombang baru. Sebuah gerakan baru.”
Inti dari misi ini adalah seruan untuk solidaritas di dalam kancah musik Asia Tenggara. Keluarga Leo menekankan pentingnya persaudaraan dan persatuan. “Persaudaraan adalah seruan penyemangat yang membuat Anda bangkit kembali setelah terjatuh,” kata Brandon. “Ini adalah pesta kemenangan setelah pertempuran, dan angin yang memandu Anda saat jalannya tidak jelas.”
Bagi si kembar, rasa persahabatan ini selalu menjadi hal yang konstan. “Saya beruntung telah memiliki hal ini ‘sejak lahir’,” tambah Brandon.
“Menjadi saudara kembar mengajarkan Anda bahwa ada seseorang di bumi ini yang benar-benar setara dengan Anda. Pada satu titik, kami adalah orang yang sama, yang terbagi menjadi dua. Itulah esensi dari persaudaraan.”
Bagi The Leo Twins, gagasan tentang persaudaraan melampaui hubungan darah, mencakup mereka yang Anda pilih untuk dampingi dalam hidup. “Ini adalah tentang cinta, kepercayaan, dan budaya persatuan yang saya harap dapat saya bagikan kepada suku saya dan dunia,” tutup Julien.
Dalam visi mereka, Leo Twins bertujuan untuk menyatukan komunitas musik Asia Tenggara melalui kolektif seniman yang berpikiran sama, yang didorong oleh fondasi persaudaraan yang tak tergoyahkan.
Semangat persatuan ini, mereka percaya, akan mendorong generasi musisi berikutnya menjadi terkenal secara global.
Baca ceritanya di halaman VMAN SEA 02: sekarang tersedia untuk dibeli!
Foto-foto milik Julien dan Brandon Leo
