Ridzman Zidaine tentang mewakili Malaysia sebagai model yang sedang naik daun
Dengan sorotan yang semakin terang padanya, pria kelahiran Kuala Lumpur ini mengemban tanggung jawab representasi dengan integritas dan luwes.
Model pelopor yang merintis panggung peragaan
Ridzman Zidaine memiliki rekam jejak yang cukup mengesankan. Dari mendapatkan tiga belas pertunjukan di musim pertamanya pekan mode hingga menjadi orang Malaysia pertama yang membuka peragaan Louis Vuitton, model berusia 25 tahun ini membuka jalan bagi warga Asia Tenggara lainnya untuk menorehkan jejak mereka di industri mode global.
Dengan sorotan yang semakin terang padanya, pria kelahiran Kuala Lumpur ini memikul beban representasi dengan integritas dan kemudahan. “Terlihat berarti budaya saya terlihat, dan visibilitas itu penting. Ini adalah perpaduan kebanggaan dan tujuan—setiap pemotretan, peragaan busana, atau kolaborasi menjadi kesempatan untuk berbagi sebagian dari diri saya dan asal saya. Ini lebih dari sekadar mode; ini juga tentang bercerita.”
Ridzman ingin dunia melihat pria Asia Tenggara tidak hanya sebagai pengikut tren, tetapi sebagai penentu gaya dengan suara unik.
“Gaya Asia Tenggara kaya akan warisan: penuh dengan warna-warna cerah, tekstil yang rumit, dan makna budaya yang mendalam. Kami memiliki perpaduan tradisi dan kreativitas modern yang menceritakan kisah-kisah yang kuat melalui mode.”
VMAN: Jelaskan gaya pribadi Anda.
Ridzman Zidaine: Sekarang, saya akan menggambarkannya sebagai gaya dengan sedikit nuansa ‘om-om’ atau ‘kakek-kakek’. Saya sering mengabaikan gaya ini saat bepergian keliling dunia; sekarang, gaya ini menarik perhatian saya, betapa kasual namun nyamannya gaya tersebut.
VMAN: Bagaimana Anda mengekspresikan diri melalui mode dan gaya?
RZ: Saya suka bereksperimen dengan warna, dan saya tidak memilih gaya dasar.
VMAN: Siapa pengaruh gaya terbesar Anda?
RZ: Saya menonton banyak film—terutama film-film Brad Pitt. Saya pikir dia adalah aktor hebat, dan secara keseluruhan dia cocok dengan gaya apa pun, jadi saya akan mengatakan bahwa dia adalah pengaruh terbesar saya.
VMAN: Merek apa yang Anda kagumi?
RZ: Banyak merek pakaian skate, seperti Supreme dan Palace, sangat membentuk penampilan saya. Gaya jalanan bertemu pakaian kasual—menurut saya itu sangat keren.
VMAN: Bagaimana Anda akan menggambarkan atau membicarakan gaya orang-orang atau komunitas di sekitar Anda di bidang yang Anda pilih?
RZ: Saya akan mengatakan bahwa saya bergaul dengan banyak komunitas yang berbeda. Menarik bagi saya untuk berubah sesekali, dan saya pikir begitulah cara saya merasa nyaman dengan cara saya berpakaian sekarang: perpaduan antara potongan ketat dan longgar.
VMAN: Bagaimana seseorang mengembangkan gaya mereka sendiri?
RZ: Saya pikir seseorang harus mempercayai insting mereka dan mengenakan apa yang menurut mereka terlihat bagus pada diri mereka. Namun, mereka juga perlu belajar untuk terbuka dan menerima saran dari orang lain.
VMAN: Jelaskan hubungan Anda dengan mode sebagai sebuah industri.
RZ: Saya terutama seorang model, yang berarti saya adalah partisipan sekaligus representasi dari apa yang dikomunikasikan oleh mode. Saya berinteraksi langsung dengan desainer, merek, dan fotografer untuk mewujudkan visi mereka. Pada saat yang sama, saya sadar bahwa saya adalah bagian dari sistem yang lebih besar yang memengaruhi budaya, standar kecantikan, dan pilihan konsumen.
VMAN: Ke mana arah industri ini menurut Anda sekarang?
RZ: Industri mode saat ini serba cepat, beragam, dan didorong oleh ekspresi diri. Sebagai seorang model, saya melihat pergeseran kuat menuju inklusivitas, keberlanjutan, dan inovasi digital. Masa depan adalah tentang otentisitas, individualitas, dan tujuan.
VMAN: Apa selanjutnya untuk Ridzman?
RZ: Membangun lini pakaian dengan teman-teman dekat dan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga momentum dalam dunia modeling. Saya juga berharap untuk menjadi penata gaya di masa depan dan mengembangkan halaman penataan gaya yang saya miliki di Instagram.
Seperti yang terlihat di halaman VMAN SEA 04, tersedia dalam bentuk cetak dan melalui e-langganan.
Terima kasih khusus kepada Ridzman Zidaine dan Mughni Che Din





