Pria Berpakaian Terbaik di Jakarta Telah Pecahkan Kode, Begini Caranya
Para pemberi pakaian terbaik di kota ini tidak hanya mengenakan pakaian-mereka menghuninya, membuktikan bahwa gaya di sini bukan hanya tentang tren, tetapi tentang melakukannya dengan benar
Jakarta adalah kota yang berdenyut. Kota ini berkeringat, pamer, dan menuntut perhatian.
Ini adalah tempat di mana Anda dapat bertemu dengan seorang pria yang mengenakan jaket Helmut Lang antik terbersih dalam suhu 90 derajat, dan dia bahkan tidak akan berkedip karena berpenampilan menarik adalah hal yang tidak bisa ditawar.
Gaya di sini bersifat pribadi, bukan sekadar pertunjukan. Ini bukan tentang tren, meskipun orang-orang cepat menangkapnya. Ini tentang melakukannya dengan benar, apa pun artinya bagi Anda.
Ada rasa percaya diri pada pria berbusana terbaik di Jakarta, jenis kepercayaan diri yang mengatakan: Saya tahu apa yang saya lakukan, dan saya tahu apa yang cocok untuk saya. Dan mungkin Anda juga harus mencari tahu hal itu untuk diri Anda sendiri.
TERKAIT: Inilah Alasan Mengapa Thrifting di Asia Tenggara Tetap Bertahan Untuk Selamanya
Kent Hadi
Kent mengetahuinya. Ia sangat meyakini pentingnya memahami tipe tubuh Anda, yang terdengar jelas, sampai Anda menyadari bahwa kebanyakan orang hanya menebak-nebak.
Dia berbelanja di The Papilion, Invincible, Private Eyes-toko yang tidak hanya menjual pakaian, tetapi juga versi Anda yang lebih tajam, lebih baik, dan lebih mudah.
Alessandro Georgie
Alessandro bersikap praktis tentang hal itu. Kenakan pakaian yang pas. Berinvestasilah pada sepasang sepatu yang bagus. Dan demi segala sesuatu yang bergaya, rapikan rambut Anda. Aturan dasar, namun rupanya bukan pengetahuan umum.
Alief Abiyasah
Alief, yang juga memiliki sebuah merek, membuatnya tetap sederhana: dasar yang bagus, satu pernyataan, selesai.
Tempat favoritnya-DrunkDad, Friends & Orbis Store-adalah bukti bahwa keren adalah tentang kemudahan, bukan usaha.
Claus Noello
Claus memperlakukan mode seperti seorang DJ memperlakukan musik: campuran dari segalanya, asalkan berhasil. Blazer yang dijahit rapi dengan sepatu kets. Gaya vintage dengan sesuatu yang baru saja dirilis.
Inspirasinya? Deretan nama yang masuk akal dengan cara terbaik—Devin Booker, Angelo Baque, Chito Vera, dan Bent-Lee bersaudara. Kekacauan, namun terkurasi.
Gema Semesta
Gema menyebutnya kenyamanan, namun tidak membosankan. Sebuah aturan untuk dijalani. Ia condong ke arah aura Josh O’Connor yang kekanak-kanakan dan sedikit tidak biasa. Ini tidak terduga, namun sangat masuk akal setelah Anda melihatnya.
Salvius Alvin
Salvius menguraikannya: ketahui proporsi tubuh Anda, miliki rasa percaya diri, dan hanya itu. Dia berbelanja di @tobeconn.tbc di Bandung, di mana rak-rak penuh dengan pakaian yang membuat pernyataan tanpa harus berteriak.
Anak laki-laki.
Boy menjaganya tetap lebih sederhana. “Kenali diri Anda,” katanya. “Kenakan sesuatu yang terasa seperti diri Anda.” Sebuah filosofi yang, jika dijalankan dengan benar, pada dasarnya tidak terkalahkan.
Andhika
Andhika memikirkan kembali segalanya. Pilihannya—Needleworks Studios, Kraftwork, Drunk Dad and Friends—adalah ruang untuk mempertimbangkan kembali selera Anda sendiri. Untuk mengubah cara Anda melihat gaya.
Gideon Tani Putra
Gideon memasukkan kebugaran ke dalam perpaduan tersebut. Cara Anda bergerak dan cara pakaian melekat di tubuh Anda—kepercayaan diri dan berolahraga mengubah segalanya.
Pilihannya pada estetika gelap dan avant-garde bukanlah arus utama di Jakarta, namun ia menampilkannya dengan percaya diri. Dan itulah intinya.
Jason Chandra
Jason Chandra senang memadukan berbagai hal. Bentuk, siluet, tekstur, estetika. Ikon gayanya-@seungjuuuuuuu dan @unconditionalx-mendefinisikan ulangapa artinya memakai apa yang Anda inginkan. Untuk tidak berpikir terlalu banyak, tetapi juga berpikir secukupnya.
Pada intinya, pria berbusana terbaik di Jakarta tidak sekadar mengenakan pakaian. Mereka benar-benar menyatu di dalamnya. Mereka membuat mode terasa naluriah dan alami. Seperti bernapas. Seolah-olah mereka tidak pernah harus bersusah payah mencobanya.
Terima kasih. Raynard Randynata
