Karakter Paling Modis dalam Video Game
Lupakan zirah dan slot inventaris. Ketujuh ikon ini membuktikan bahwa lemari pakaian legendaris dapat menjadi aset pahlawan yang paling kuat
Karakter dalam video game sering kali diingat karena tindakan heroik atau kisah mereka, tetapi beberapa di antaranya telah mengamankan tempat dalam sejarah game hanya melalui gaya mereka saja.
Baik saat bertahan hidup dari wabah zombi atau menavigasi dunia spionase internasional yang berisiko tinggi, para pria ini tidak pernah meninggalkan selera gaya mereka. Alih-alih perlengkapan umum, mereka lebih menyukai siluet yang khas dan potongan yang berkesan yang terlihat tajam di tengah kekacauan.
Leon S. Kennedy (Waralaba Resident Evil)
Jika ada satu item yang mendefinisikan mode horor penyintas, itu adalah jaket bomber cokelat berlapis kulit domba milik Leon. Potongan tersebut berhasil terlihat keren bahkan saat tertutup lumpur dan kotoran. Dipadukan dengan kemeja taktis ketat dan celana tempur, tampilan ini menyeimbangkan kegunaan yang tangguh dengan gaya yang santai. Para penggemar telah mencoba menirunya selama beberapa dekade.
Agent 47 (Seri Hitman)
Agent 47 mewakili filosofi utama “tampil menawan saat melakukan pekerjaan”. Di dunia yang penuh dengan penyamaran dan kostum yang rumit, ia menonjol dengan menjaga segala sesuatunya tetap sederhana: setelan hitam, kemeja putih bersih, dan dasi merah darah. Potongan pakaiannya selalu sempurna, memungkinkannya bergerak dengan mudah sambil mempertahankan tampilan yang sangat tajam. Ini menangkap gagasan bahwa setelan jas berfungsi sebagai zirah modern.
Arthur Morgan (Red Dead Redemption 2)
Lemari pakaian Arthur Morgan menawarkan kelas mahir dalam gaya Western. Kombinasi sehari-harinya berupa kemeja kerja biru dan jaket penembak kulit menyeimbangkan kepraktisan garis depan dengan keanggunan yang tangguh. Tekstur berdebu dan kulit yang usang memberikan keaslian pada tampilannya namun tetap terasa abadi.
Geralt of Rivia (Seri The Witcher)
Geralt mungkin menghabiskan sebagian besar waktunya dengan mengenakan kulit dan baju zirah rantai, namun set zirah tingkat tingginya menonjol bahkan di lanskap fantasi yang ramai. Perlengkapan Wolf School secara khusus menampilkan siluet ramping dengan gesper yang rumit, nada gelap, dan tekstur berlapis. Desainnya terasa sangat modern meskipun berakar dari abad pertengahan.
Ezio Auditore da Firenze (Seri Assassin’s Creed)
Dari jubah sutra putih dan merah di masa mudanya hingga palet yang lebih gelap dan berlapis bulu di tahun-tahun berikutnya, lemari pakaian Ezio berevolusi seiring dengan kisahnya. Setiap pakaian membawa bentuk yang berani dan pola yang rumit, mengubah seragam pembunuh berkerudung menjadi sesuatu yang bisa melewati aula istana Renaisans.
Jin Kazama (Seri Tekken)
Gaya Jin Kazama menggabungkan kepraktisan seni bela diri dengan sikap yang tak terbantahkan. Tampilan khasnya memadukan celana petarung bersulam api dengan sarung tangan tanpa jari dan jaket ramping, memberinya salah satu lemari pakaian yang paling cepat dikenali dalam permainan pertarungan.
Booker DeWitt (BioShock Infinite)
Seragam tangguh Booker yang terdiri dari rompi bergaris, lengan baju yang digulung, dan dasi yang longgar memberinya aura seorang detektif swasta yang lelah. Tampilan tersebut sangat cocok di dalam kota terapung Columbia. Ini terasa sama layaknya dalam konfrontasi di bar maupun dalam baku tembak.
