Jargon Gen Z: Kata dan Frasa yang Mendefinisikan Budaya Pop Masa Kini
Pahami istilah-istilah yang umum digunakan di masa kini
Recommended Video
Bahasa itu dinamis dan tidak pernah berhenti berevolusi. Seiring dengan populernya istilah-istilah baru di setiap momen, memahami definisi atau konteks kata-kata ini bisa menjadi tantangan tersendiri agar tidak ketinggalan zaman.
Berikut adalah daftar istilah penting, artinya, dan cara menggunakannya:
“Performative Male”
Meskipun didefinisikan oleh kata itu sendiri, gagasan tentang laki-laki performatif saat ini dapat membawa arketipe yang lebih spesifik. Pria-pria ini menunjukkan karakteristik semu seperti bersikap lembut, feminis, dan menampilkan estetika yang lembut demi memikat hati wanita. Dalam standar stereotip, laki-laki performatif terlihat membawa tas jinjing (tote bag), minum matcha latte, membaca buku pengembangan diri atau feminisme, membawa Labubu, dan sering mendengarkan Clairo.
Contoh: “Sangat sulit memesan latte matcha akhir-akhir ini tanpa orang-orang menyebutmu seorang performative male.”
“Male Manipulator”
Sesuai namanya, seorang manipulator pria mempertahankan aspek-aspek yang ditunjukkan oleh gelarnya tersebut. Dalam pemahaman istilah saat ini, pria-pria ini sering dianggap membawa estetika indie sambil awalnya menampilkan diri dengan persona yang sensitif. Ini semua dilakukan sebelum akhirnya menunjukkan perilaku manipulatif dan tidak tersedia secara emosional. Mereka juga biasanya merupakan penggemar Nirvana, Radiohead, The Smiths, dan TV Girl di antara artis-artis serupa lainnya.
Contoh: “Kamu terlihat seperti male manipulator dengan pakaian itu.”
“Era”
Fase spesifik dalam kehidupan atau persona seseorang. Dipopulerkan oleh perubahan drastis Taylor Swift di setiap perilisan album (misalnya, era Reputation, era Lover), istilah “era” didefinisikan dengan kata pengategori di depannya.
Contoh: “Kami sering berkencan akhir-akhir ini. Kurasa aku sedang dalam era lover boy-ku sekarang.”
“Gucci”
Berasal dari merek mewah terkenal, “Gucci” umumnya merujuk pada sesuatu yang bagus atau baik-baik saja. Meskipun makna unik dari kata ini sudah ada sejak lama, istilah tersebut mulai kembali masuk ke dalam kosakata orang-orang.
Contoh: “Jangan khawatir tentang kami. Semuanya Gucci di sini.”
“FR”
Biasanya digunakan dalam berkirim pesan, “FR” adalah singkatan dari “for real” (serius/beneran). Sebuah ungkapan untuk menegaskan atau menyetujui sesuatu.
Contoh: “Aku mengirim pesan padamu sekarang, karena kelas ini membosankanku fr.”
“Stan”
Digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja, “stan” adalah penggemar yang sangat setia kepada idola mereka. Dalam konteks kata kerja, istilah ini merujuk pada menunjukkan pengabdian yang intens kepada idola seseorang.
Contoh: “Kamu juga seorang stan Kendrick Lamar? Aku nge-stan dia banget.”
“NPC”
Berasal dari jargon video game “Non-playable character”, pemahaman modern tentang “NPC” menyerupai ciri-ciri dari padanannya di video game tersebut. Dalam video game, karakter yang tidak dapat dimainkan (NPC) dikenal mudah dikenali, tidak menonjol, dan sudah diprogram sebelumnya, sehingga membuat mereka mudah ditebak dan tidak berkesan. Saat digunakan dalam konteks saat ini, istilah ini juga mendefinisikan seseorang sebagai pengikut arus (sheep) tanpa kepribadian atau rasa orisinalitas.
Contoh: “Aku belum pernah melihatmu tertarik pada hal-hal non-mainstream. Jujur saja, kamu agak seperti NPC.”
“Main Character Energy”
Berbeda dengan kata sebelumnya, “main character energy” merujuk pada sifat atau persona yang mewujudkan individualitas, pesona, atau kepercayaan diri yang besar. Istilah ini juga dapat digunakan untuk mengkritik seseorang yang dengan sia-sia memamerkan atau mengklaim karakteristik ini.
Contoh: “Pakaianmu hari ini memancarkan banyak main character energy.”
“Crash Out”
“Crashing out” adalah tindakan menjadi sangat marah atau tertekan karena situasi yang menyusahkan.
Contoh: “Sumpah, aku akan crash out jika paketku tidak sampai hari ini.”
“Beige Flag”
Meskipun istilah terkenal “red flag” dan “green flag” merujuk pada apa yang mungkin buruk atau baik, “beige flag” menciptakan kategorinya sendiri. Meskipun tidak selalu masuk dalam perbedaan yang disebutkan sebelumnya, beige flag adalah sifat-sifat yang dianggap unik atau eksentrik.
Contoh: “Beige flag-ku adalah aku minum bir dengan sedotan.”
“Chronically Online”
Menjadi “chronically online” berarti sangat aktif di platform media sosial populer. Dengan melakukan hal itu, orang yang “chronically online” sering kali sangat mengikuti berita dan referensi budaya pop.
Contoh: “Seberapa chronically online kamu sampai langsung mengerti lelucon itu?”
“Clout”
Meskipun arti kamus kata ini mendefinisikan kekuatan politik atau bisnis, versi “clout” saat ini menambahkan sentuhan pada istilah aslinya—sekarang mengacu pada ketenaran, viralitas, atau perhatian, terutama dalam konteks media sosial.
Contoh: “Aku tidak percaya dia harus berbohong kepada semua pengikutnya demi clout.”
“Delulu”
Berasal dari kata “delusional”, “delulu” membawa eksekusi baru yang unik pada kata dasarnya. Dalam bersikap “delulu”, seseorang akan memiliki keyakinan atau fantasi yang tidak realistis, terutama dalam konteks mengagumi seseorang.
Contoh: “Kamu harus delulu tingkat dewa untuk berpikir dia akan meneleponmu kembali.”
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Delulu adalah bentuk singkat dari “delusional,” yang digunakan untuk menggambarkan seseorang dengan keyakinan atau fantasi yang tidak realistis — terutama dalam konteks mengagumi selebriti atau orang yang tidak mungkin membalas perasaan tersebut. Istilah ini biasanya digunakan dengan penuh kasih sayang atau humor, alih-alih sebagai kritik serius.
Red flag menandakan sifat yang berpotensi berbahaya atau negatif, green flag menunjukkan sifat positif, dan beige flag menempati kategori netral tersendiri — menggambarkan kebiasaan unik, eksentrik, atau tidak biasa yang tidak jelas baik maupun buruknya. Istilah ini telah menjadi cara populer untuk menggambarkan keanehan pribadi yang tidak berbahaya tanpa memberikan bobot moral padanya.
NPC berasal dari “non-playable character” dalam video game — sosok yang mudah ditebak, generik, dan tanpa kehendak individu. Ketika diterapkan pada seseorang, ini menggambarkan seseorang yang dianggap kurang orisinalitas, membabi buta mengikuti tren, atau tidak memiliki kepribadian yang khas. Ini adalah lawan budaya langsung dari “main character energy.”
Main character energy menggambarkan seseorang yang membawa rasa individualitas, pesona, atau kepercayaan diri yang kuat — seolah-olah mereka adalah protagonis dari cerita mereka sendiri. Istilah ini dapat digunakan secara mengagumi atau ironis, yang terakhir diterapkan pada seseorang yang menonjolkan kepentingan diri sendiri daripada benar-benar mewujudkannya.
Laki-laki performatif merujuk pada pria yang mengadopsi sifat-sifat progresif atau sensitif secara lahiriah — membawa tas jinjing, minum matcha latte, membaca literatur feminis — bukan karena keyakinan yang tulus, melainkan sebagai persona yang dirancang untuk menarik perhatian wanita. Istilah ini membedakan antara ekspresi diri yang autentik dan estetika yang diadopsi untuk posisi sosial.
