Merek Dasi Mewah Terbaik Saat Ini untuk Setiap Acara
Seiring dengan aturan berpakaian yang terus menjadi lebih santai, kelima merek dasi ini menunjukkan bagaimana aksesori leher berevolusi alih-alih menghilang dalam pakaian pria modern
Dasi telah lama dipandang sebagai simbol kesopanan profesional, namun dalam beberapa tahun terakhir, relevansinya mulai dipertanyakan. Aturan berpakaian kantor yang lebih santai, meningkatnya informalitas pada pakaian formal, dan dominasi tampilan kerah terbuka di karpet merah semuanya berkontribusi pada persepsi penurunannya. Namun, terlepas dari pergeseran ini, dasi terus memegang peranan penting.
BACA JUGA: Selamat Tinggal, Dasi. Halo, Syal? Tren yang Mendefinisikan Ulang Pakaian Formal
Dalam konteks ini, dasi telah memiliki makna baru. Tidak lagi bersifat wajib, dasi telah menjadi sebuah pernyataan yang dapat memperkuat atau merombak ekspektasi tradisional. Baik dikenakan dengan setelan jas klasik atau dipadukan secara lebih informal dengan pakaian luar seperti jaket chore, dasi tetap menjadi aksesori yang halus namun kuat.
Kelima merek ini terus membentuk percakapan seputar aksesori leher, masing-masing menawarkan pendekatan khas yang berakar pada warisan, keahlian, dan desain.
BACA JUGA: 5 Aksesori yang Menentukan Keberhasilan atau Kegagalan Setelan Jas
1. Ralph Lauren
Meskipun banyak dikaitkan dengan pakaian olahraga Amerika, merek Ralph Lauren berawal dari lini dasi buatan tangan yang diperkenalkan pada akhir 1960-an. Fondasi tersebut masih bergema hingga saat ini. Di berbagai labelnya, Ralph terus menawarkan berbagai pilihan dasi, mulai dari garis-garis repp dan rajutan preppy di Polo Ralph Lauren hingga bolo bergaya Western di RRL. Di lini mewah, Purple Label menghadirkan dasi buatan Italia berbahan sutra dan kasmir, sering kali dalam warna solid yang kaya dan cetakan yang bersahaja.
2. Charvet
Didirikan di Paris pada awal abad ke-19, Charvet tetap menjadi salah satu nama paling bersejarah dalam aksesori pria. Dikenal karena pola-polanya yang halus dan kain sutra yang khas, merek ini melayani klien global namun sengaja mempertahankan kehadiran daring yang terbatas. Sebagian besar penawarannya, mulai dari motif geometris hingga paisley yang halus, hanya dapat diakses sepenuhnya di butik Place Vendôme miliknya. Gaya rumah mode ini cenderung tradisional, dengan lebar standar sekitar 8,5 cm.
3. Ferragamo
Awalnya merupakan pembuat sepatu mewah, Ferragamo merambah ke dasi dan syal pada pertengahan abad ke-20. Saat ini, merek tersebut dikenal karena dasi sutranya, yang banyak di antaranya menampilkan cetakan hewan yang unik atau motif gancini khasnya. Dibuat di Italia dan biasanya dipotong dengan lebar 8 cm, dasi Ferragamo menyeimbangkan keanggunan yang apik dengan sentuhan kepribadian. Dasi ini tetap menjadi pilihan bagi mereka yang mencari tampilan yang halus namun khas.
4. E. & G. Cappelli
Berbasis di Napoli, E. & G. Cappelli telah membangun reputasi yang kuat di kalangan penggemar pakaian pria karena dasi buatannya yang dikerjakan dengan tangan. Pendiri Patrizio Cappelli menyukai wool challis, kain matte ringan yang sering digunakan dalam tradisi aksesori leher Inggris. Dasi merek ini digulung dan dijahit dengan tangan, dengan desain yang mencerminkan estetika klasik yang bersahaja. Warna-warna bumi dan cetakan bergaya vintage mendominasi sebagian besar produksinya.
5. Kiton
Kiton paling dikenal karena setelan jas bespoke-nya, namun koleksi dasinya tidak kalah teliti. Setiap dasi dibuat dengan tangan di Italia, biasanya menggunakan sutra premium dan metode konstruksi tradisional Neapolitan. Hasilnya adalah produk yang mencerminkan keahlian tinggi sekaligus sensibilitas khas Italia selatan.
Meskipun dasi mungkin tidak lagi esensial di banyak lingkungan profesional atau formal, dasi terus berevolusi seiring zaman. Kelima merek ini membuktikan bahwa, bahkan di era berpakaian kasual, masih ada ruang dan tujuan bagi aksesori leher yang dibuat dengan baik.
Foto atas izin Ralph Lauren, Charvet, Ferragamo, E. & G. Cappelli, Kiton










