Mengenang Valentino Garavani Melalui Tampilan Busana Pria Paling Ikoniknya
Dengan meninggalnya Garavani pada usia 93 tahun, kita mengenang seorang desainer yang komitmennya terhadap keanggunan membentuk visi busana pria yang abadi dan terus memengaruhi cara berpakaian pria saat ini
Warisan Abadi Seorang Kaisar Mode
Valentino Garavani, salah satu desainer paling berpengaruh di abad ke-20 dan tokoh penentu mode Italia, telah meninggal dunia pada usia 93 tahun. Pihak keluarganya mengonfirmasi bahwa ia meninggal dunia di kediamannya di Roma, dikelilingi oleh orang-orang terkasihnya.
Bagi industri yang sebagian besar dibentuk oleh pengabdiannya pada keanggunan dan keindahan, kematiannya menandai berakhirnya sebuah era yang sulit ditiru oleh sedikit desainer saat ini.
BACA SELENGKAPNYA: 5 Hal Tentang Jeff Satur, Duta Merek Thailand Pertama Valentino
Dikenal luas sebagai Kaisar Mode, Garavani membangun sebuah rumah mode yang mewakili visi mode tertentu yang berakar pada disiplin dan kejelasan emosional.
Ia mempelajari dasar-dasar dari bibinya, yang juga seorang desainer, sebelum berangkat ke Paris untuk belajar di École des Beaux-Arts. Setelah menyelesaikan studinya, ia bekerja sebagai asisten Jacques Dessès, sebuah pengalaman formatif yang mempertajam pemahamannya tentang konstruksi adibusana dan tuntutan keahlian tingkat tinggi.
Pada tahun 1960, Garavani kembali ke Roma dan membuka ateliernya sendiri, memposisikan dirinya di pusat kota yang baru bersemangat oleh ambisi budaya. Pada tahun yang sama, ia bertemu Giancarlo Giammetti. Kolaborasi mereka sangat penting bagi pertumbuhan Valentino sebagai rumah mode global, dengan Giammetti mengawasi strategi bisnis sementara Garavani berfokus pada desain.
Visi Busana Pria Valentino
Meskipun Valentino sering dikenang karena busana wanitanya, busana prianya tetap menjadi bagian penting dari warisannya. Desainer legendaris ini mendekati busana pria dengan fokus pada penjahitan, proporsi, dan kenyamanan.
Tuksedonya dipotong tajam tetapi tidak pernah kaku, dirancang untuk melengkapi tubuh daripada mendominasinya. Jaket malam berwarna gading, hitam, dan permata gelap mencerminkan keyakinannya bahwa keanggunan dapat dirasakan saat terlihat.
Foto-foto milik Arsip Valentino








