Kardigan pria terbaik untuk Dibeli sekarang
Kardigan kembali menjadi sorotan utama, sebagian berkat Jacob Elordi, ditata ulang sebagai lapisan praktis dan pernyataan selera yang jelas
Recommended Video
Mengapa kardigan kembali menjadi tren
Jacob Elordi secara tidak sengaja memposisikan dirinya sebagai duta kardigan. Saat santai minum kopi di Los Angeles, ia sering mengganti pakaian kasualnya dengan sesuatu yang lebih berkelas, seperti kardigan wol abu-abu berbintik yang ia kenakan dari Bottega Veneta. Dipadukan dengan kaus putih kasmir bersih yang harganya lebih mahal dari liburan akhir pekan, penampilan tersebut menyoroti bagaimana kardigan telah berevolusi jauh melampaui citra ayah pinggiran kota pertengahan abad.
Setelah dianggap kuno, kardigan telah muncul kembali sebagai penanda gaya berbusana yang cermat, terlihat dikenakan oleh semua orang mulai dari Mr. Fantastic-nya Pedro Pascal hingga Jude Law di jalanan New York. Daya tariknya sederhana: kardigan adalah lapisan emas, cocok untuk gaya formal maupun kasual, dan cukup serbaguna untuk menggantikan rompi atau bahkan jas olahraga.
TERKAIT: 5 tas wajib tahu saat ini, terinspirasi dari kedatangan Jacob Elordi di Venesia
Berikut adalah lima pilihan kardigan unggulan untuk tetap menjadi pilihan utama musim ini.
1. Kardigan Wol-Alpaka Geometris COS
COS menghadirkan sentuhan ceria pada gaya klasik, menggunakan motif sebagian geometris, sebagian motif hewan untuk menambah daya tarik visual. Tepi membulat melembutkan tampilan, menjadikannya eksentrik sekaligus nyaman dipakai. Ini adalah pengingat bahwa kardigan tidak perlu tampil aman agar terasa modern.
2. Kardigan Ritsleting Wol Merino Paul Smith
Paul Smith menyimpang dari placket berkancing biasa dengan kardigan beritsleting, menawarkan sentuhan halus gaya ’90-an. Dibuat dari wol merino, ini menyeimbangkan antara kesan rapi dan kenyamanan, cukup berkelas untuk kantor namun cukup kasual untuk pemakaian sehari-hari. Sentuhan halus garis-garis multiwarna desainer menambahkan poin pembeda.
3. Kardigan Katun Bergaris Beams Plus
Beams Plus menghadirkan nuansa rajutan Italia tahun 1960-an dengan desain katun bergaris yang terasa retro sekaligus modern. Garis biru muda dan putih memanjangkan siluet sekaligus menambahkan sentuhan pesona. Ringan dan berongga, ini berfungsi sama baiknya sebagai pernyataan gaya atau dikenakan rapi di bawah pakaian berpotongan.
4. Kardigan Wol-Jacquard Monogram Gucci
Bagi mereka yang menyukai rajutan yang mencolok, Gucci menawarkan jacquard wol bermonogram kardigan yang sangat berani. Bingkai hitam di sepanjang leher V, manset, dan lis mempertajam siluet sekaligus menonjolkan status kemewahannya. Ini tidak dirancang untuk tampil halus, menjadikannya salah satu pernyataan gaya paling tak terbantahkan dalam daftar ini.
5. Kardigan Waverley Kiltane
Kardigan Waverley dari Kiltane, dibuat sepenuhnya dari kasmir, mengaburkan batas antara pakaian rajut dan pakaian luar. Meskipun dipasarkan sebagai “jaket kasmir”, ini unggul sebagai lapisan atas yang ringan atau sebagai lapisan dalam yang rapi di bawah mantel musim dingin. Dengan kerah runcing dan hasil akhir yang ramping, ini menonjol sebagai salah satu pilihan paling elegan musim ini.
Dari kasmir yang bersahaja hingga monogram bervolume penuh, kebangkitan kardigan menunjukkan spektrum penuh kemungkinannya: praktis untuk melapisi, ceria dalam motif, atau isyarat selera yang tepat. Dan jika lemari pakaian Jacob Elordi di luar tugas menjadi tolok ukur, ini adalah salah satu rajutan yang tidak akan kembali ke ketidakjelasan dalam waktu dekat.
Kardigan tetap menjadi pakaian pokok karena keserbagunaan dan daya tarik abadinya. Para desainer terus memperbaruinya setiap musim, memastikan kardigan terasa relevan dan praktis untuk lemari pakaian modern.
Jacob Elordi terlihat mengenakan kardigan wol abu-abu berbintik dari Bottega Veneta, dipadukan dengan kaus kasmir putih. Penampilannya menyoroti bagaimana kardigan dapat terasa kasual sekaligus berkelas.
Kardigan dapat dikenakan secara kasual dengan celana panjang dan kaus putih atau ditata rapi sebagai pengganti blazer atau rompi. Fleksibilitasnya membuatnya cocok untuk pakaian santai maupun formal.
Pilihan utama meliputi Waverley kasmir Kiltane, wol-alpaka geometris COS, ritsleting merino Paul Smith, katun bergaris Beams Plus, dan kardigan jacquard wol GG Gucci. Masing-masing menawarkan sentuhan khas pada rajutan klasik.
Ya, kardigan dapat menggantikan rompi atau bahkan blazer saat dipadukan dengan kemeja dan dasi. Tampilan rapi mereka memungkinkan kardigan berfungsi di lingkungan formal maupun kasual.
Foto milik COS, Paul Smith, Beams, Gucci, Kiltane










