Etika alas kaki di tahun 2025—apa yang harus kita perhatikan?
Banyak “aturan” kini banyak dilanggar, sementara tips bermanfaat lainnya tidak begitu dikenal luas. Apa yang harus kita ingat?
Jika sepatu itu pas
Kaki sedang menjadi sorotan, dengan perhatian pada sandal jepit dan kecenderungan busana pria saat ini terhadap kenyamanan dan kemudahan (maka, aturan sepatu pun dikesampingkan).
Semakin tidak masuk akal untuk mematuhi seperangkat aturan yang ketat. Sneaker yang dipadukan dengan setelan jas semakin tidak aneh. Sol tebal kini tidak lagi norak melainkan bergaya. Dan sepatu formal hitam dengan celana jeans acid wash? Silakan saja, lakukan sesukamu.
Jadi mungkin ini bukan tentang apa yang seharusnya atau tidak seharusnya dikenakan, melainkan tentang bagaimana Anda harus memandang alas kaki, dari sandal sederhana hingga sepatu formal. Berikut adalah beberapa petunjuk untuk dipertimbangkan.
Kenali kakimu lebih baik, dan perlakukan mereka dengan baik
Jika Anda bersikeras menggunakan sandal jepit sederhana untuk lebih banyak kesempatan di luar jalan-jalan santai, atau jika tidak memakai kaus kaki adalah gaya Anda untuk tahun 2025, maka pastikan pedikur menjadi kebiasaan. Perawatan kaki, mulai dari menjaga kuku tetap rapi hingga mencegah bau, adalah sesuatu yang bisa Anda lakukan di rumah, seperti yang diuraikan dalam panduan kami di sini, tetapi Anda selalu bisa menyerahkannya kepada para profesional.
Saat membuat sepatu formal, Anda kemungkinan besar akan menemukan bahwa salah satu kaki Anda sedikit lebih besar dari yang lain. Itu sangat wajar—sekitar 60% orang dewasa memiliki ukuran kaki yang berbeda. Pembuat sepatu Anda kemungkinan besar akan mengetahui hal ini, jadi jangan terkejut jika Anda mendapatkan sepasang sepatu yang tidak persis sama.
Lengkungan kaki Anda juga menentukan jenis sol, ukuran, dan bantalan apa yang paling cocok untuk Anda. Orang berkaki datar sering mengalami masalah keseimbangan, jadi dapatkan sepatu yang membantu menstabilkan kaki Anda. Sebaliknya, mereka yang memiliki lengkungan tinggi tidak menyerap guncangan dan benturan dengan baik, terutama jika Anda berolahraga. Jadi, dapatkan sepatu yang mendukung dengan bantalan tambahan.
Mengetahui kaki Anda dengan cara ini memungkinkan Anda mendapatkan sepatu yang menopang berat badan Anda dengan baik—atau, itu memperingatkan Anda tentang konsekuensinya, jika Anda bersikeras pada sepasang sepatu yang terlihat bagus dan sesuai gaya Anda, tetapi tidak sesuai anatomi Anda.
Sepatu yang “salah” masih bisa “benar”
Sepatu menyumbang kurang dari 5 hingga 10% dari keseluruhan penampilan Anda, tetapi itu adalah bagian yang sangat integral dari keseluruhan penampilan sehingga jika tidak cocok, itu akan merusak seluruh penampilan Anda—dan ya, ini berlaku bahkan bagi mereka yang ingin mencapai kontras yang disengaja.
Banyak yang telah diketahui dan ditulis tentang kombinasi dan paduan terbaik—misalnya, aturan warna sabuk-sepatu klasik, yang juga bisa dilanggar—tetapi jika Anda ingin mengenakan sepatu yang “salah,” bagaimana Anda bisa membuatnya “benar?”
Di sinilah perhatian terhadap detail berperan. Kembali ke kombinasi sneaker-setelan jas: apakah tali dan sol sepatu tersebut serasi atau harmonis dengan, katakanlah, warna celana Anda? Apakah desain atau hiasan tertentu pada sepatu selaras secara tematis dengan aksesori Anda?
Jadi ya, meskipun sepatu tampaknya tidak cocok dengan keseluruhan penampilan, Anda bisa mengubah detail tertentu agar berfungsi. Terutama dengan busana pria yang kini merangkul warna-warna yang lebih cerah, potongan yang tidak konvensional, dan detail yang aneh, sepatu pun bisa mengikutinya—tetapi tetaplah berusaha menjaga keseimbangan.
Foto-foto milik Pexels dan Unsplash

