Cara berpakaian saat suhu di luar 38°C dan dingin membeku di meja Anda
Panduan praktis (dan penuh gaya) bagi pria di Asia Tenggara yang bertahan menghadapi paradoks gelombang panas-AC kantor
Di berbagai kota besar di Asia Tenggara seperti Manila, Jakarta, Bangkok, dan Kuala Lumpur, sebuah kontradiksi yang familier muncul kembali setiap bulan Agustus. Di luar, jalanan terasa sangat panas. Di dalam, pendingin ruangan terasa hampir membeku. Hal ini menciptakan dilema harian bagi para pria pekerja. Apa yang Anda kenakan saat Anda berkeringat pada pukul 09.00 tetapi mencari sweter pada siang hari?
Berikut adalah panduan langsung, berdasarkan realitas lokal, bahan yang dapat bernapas, dan iklim Asia Tenggara yang selalu rumit.
BACA SELENGKAPNYA: busana iklim: berpakaian untuk planet yang lebih panas
1. Kuasai lapisan dasar
Garis pertahanan pertama Anda adalah apa yang Anda kenakan di bagian dalam. Kaos dalam yang ramping dan menyerap keringat (sebaiknya dari katun atau kain Airism penyerap kelembapan Uniqlo) berfungsi sebagai penyangga antara tubuh Anda dan pakaian luar Anda. Ini menjaga kemeja Anda tetap kering, mengurangi penumpukan bau badan, dan mencegah tampilan lembap yang sering mengejutkan kita di cermin kantor.
Tip: Pilih kaus dalam dengan ukuran yang pas di badan agar tetap tidak terlihat di balik pakaian Anda. Gunakan warna-warna netral dan gantilah sesering mungkin, bahkan di tengah hari jika diperlukan.
2. Berinvestasi pada kemeja berkancing yang dapat bernapas
Kemeja kancing bawah yang ringan adalah pilihan terbaik Anda untuk segala cuaca. Pertimbangkan campuran linen, bahan tipis, atau katun poplin yang kaku. Kain-kain ini memungkinkan aliran udara dan cepat kering jika Anda terjebak dalam hujan mendadak atau perjalanan yang membuat berkeringat.
Gulung lengan baju saat berangkat kerja; kancingkan kembali sebelum rapat pertama Anda. Ini adalah jenis gaya yang terlihat disengaja, bahkan jika Anda hanya tidur selama tiga jam dan meminum es kopi yang sudah tidak dingin.
3. Tinggalkan sweter (atau jaket ringan) di kantor
Membawa pakaian berlapis dalam cuaca 38°C adalah hal yang kontraproduktif. Sebagai gantinya, simpanlah kardigan, sweter rajut, atau bahkan blazer ringan di meja kerja Anda. Barang darurat ini adalah pelindung Anda terhadap pendingin ruangan agresif yang tampaknya dikalibrasi untuk penguin, bukan manusia.
Pilihlah bahan yang tahan kusut dengan warna-warna netral. Sesuatu yang dapat Anda sampirkan di bahu saat rapat tanpa terlihat seperti sedang bersiap untuk penerbangan jarak jauh.
4. Beralih ke celana berpotongan lebar
Celana ketat menjebak panas. Cobalah celana berpotongan lebar atau celana longgar dengan bahan yang menyerap keringat seperti campuran katun-linen atau rayon. Potongan yang lebih longgar ini menawarkan tampilan yang rapi dan sesuai untuk rapat, sekaligus membuat Anda nyaman selama perjalanan.
Bonus tambahan: mereka “lebih mudah diangin-anginkan di meja Anda saat Anda sudah minum Americano es ketiga dan hari” baru saja dimulai.
5. Pertimbangkan tampilan perjalanan
Ingat Tess McGill di Working Girl? Sepatu kets dan kaus kaki di feri, sepatu hak tinggi di tasnya. Gunakan pendekatan yang sama. Kenakan alas kaki praktis seperti sepatu kets yang dapat bernapas, sandal, atau sepatu loafer karet untuk perjalanan, lalu ganti dengan sepatu yang sesuai untuk kantor setelah Anda tiba.
Jika Anda benar-benar berkeringat saat menggunakan transportasi umum, bawalah kemeja atau kaus kaki bersih untuk diganti saat tiba. Tidak ada yang ingin memulai rapat dalam keadaan lembap.
Adaptasi adalah kode berpakaian yang sebenarnya
Seni berpakaian untuk lingkungan panas dan dingin adalah tentang beradaptasi secara cerdas dengan konteks Anda. Di wilayah tempat iklim dan budaya berbenturan setiap hari, pakaian Anda harus bergerak bersama Anda: melewati matahari, keringat, hujan, dan pendingin ruangan yang berlebihan.
Bersiaplah untuk berpakaian berlapis, tetapi tetaplah bepergian dengan ringkas. Tampillah keren, tetapi rencanakan kehangatan. Dan yang terpenting, berpakaianlah seolah-olah Anda tahu persis apa yang akan terjadi hari itu, meskipun sebenarnya tidak.
Foto milik Bottega Veneta, Gucci, Uniqlo, Louis Vuitton, Saint Laurent, Dior, Giorgio Armani








