9 merek streetwear global esensial yang perlu Anda ketahui sekarang
Sembilan merek streetwear ini menunjukkan bahwa budaya dan perdagangan berpadu untuk membentuk gaya jalanan saat ini.
Streetwear telah berkembang melampaui logo dan sensasi. Saat ini, streetwear mencakup kerajinan, komunitas, kemewahan, dan penceritaan budaya. Merek-merek ini mewakili luasnya kancah ini, dari karya seni artisanal yang unik hingga koleksi yang digerakkan oleh tren yang bergerak cepat.
TERKAIT: sosok di balik gaya jalanan dan masa depan pengaruh mode
1. PROLETA RE ART
PROLETA RE ART mengubah denim vintage menjadi karya buatan tangan dan unik. Setiap jaket atau celana jins disulam dengan tangan. Merek ini berkembang di butik dan media sosial untuk menunjukkan bagaimana streetwear dapat merangkul kerajinan artisanal sambil tetap relevan secara budaya. Ini adalah contoh utama streetwear yang bergerak ke wilayah pesanan khusus dan berbasis seni.
2. Jaded London
Didirikan oleh kakak beradik Jade dan Grant Goulden pada tahun 2013, Jaded London dengan cepat dikenal karena rilis produk yang didorong tren, visibilitas selebriti, dan toko pop-up. Merek ini melambangkan streetwear komersial berkecepatan tinggi. Siklus produksinya yang cepat menyoroti ketegangan antara tetap mengikuti tren dan menjaga praktik berkelanjutan.
3. Who Decides War
Merek asal New York oleh Ev Bravado dan Téla D’Amore ini menggabungkan penjahitan mewah dengan penceritaan budaya. Merek ini sering mengeksplorasi pengalaman Afrika-Amerika melalui desain terstruktur dan presentasi runway konseptual. Dengan harga di kategori mewah, Who Decides War menunjukkan bagaimana streetwear dapat berfungsi sebagai simbol status dan media untuk komentar sosial.
4. Pleasures
Pleasures yang berbasis di Los Angeles berakar pada budaya musik punk, grunge, metal, dan underground. Didirikan pada tahun 2015 oleh Alex James dan Vlad Elkin, merek ini paling dikenal karena kaus grafis provokatif dan kolaborasinya. Pleasures menunjukkan bagaimana estetika subkultur terus memberi makan citra streetwear kontemporer dan relevansi budaya.
5. Thought We Friends
Thought We Friends adalah merek niche, asli digital yang menekankan rilis terbatas dan budaya karya 1-dari-1. Merek ini beroperasi melalui pemasaran langsung ke konsumen di media sosial, yang menciptakan rasa kelangkaan dan komunitas. Pendekatan ini menyoroti bagaimana merek mikro membentuk kembali streetwear melalui eksklusivitas dan keterlibatan daripada penjualan grosir tradisional.
6. A-COLD-WALL*
A-COLD-WALL* milik Samuel Ross menggabungkan desain konseptual, referensi kelas pekerja Inggris, dan material berbasis kinerja. Sejak didirikan pada tahun 2015, merek ini telah berkembang dari karya runway eksperimental hingga distribusi ritel yang lebih luas. A-COLD-WALL* mencontohkan ketelitian intelektual dalam streetwear dan menunjukkan bagaimana eksperimen dapat berskala secara komersial.
7. Rhude
Didirikan oleh Rhuigi Villaseñor di Los Angeles pada tahun 2015, Rhude menggabungkan Americana, sentuhan mewah, dan motif nostalgia. Merek ini telah mendapatkan daya tarik melalui adopsi selebriti, pakaian olahraga pokok yang ditingkatkan, dan merupakan salah satu representasi dari kancah streetwear mewah Los Angeles.
8. Brain Dead
Berasal sebagai kolektif kreatif di Los Angeles, Brain Dead menekankan grafis yang berani, pengaruh post-punk, budaya skate, dan seni kolaboratif. Merek ini, yang dipimpin oleh Kyle Ng, beroperasi seperti pusat budaya, di mana komunitas dan eksperimen artistik sama pentingnya dengan penjualan.
9. Perks And Mini (P.A.M.)
Didirikan di Melbourne pada tahun 2000 oleh Misha Hollenbach dan Shauna Toohey, P.A.M. menggabungkan grafis eksperimental, proyek berorientasi galeri, dan ide-ide kontra-budaya. Karyanya mencakup pakaian, instalasi, dan pameran, memengaruhi streetwear melalui eksperimen cetak dan status kultus jangka panjang untuk menunjukkan bagaimana seni dan mode dapat hidup berdampingan secara mulus dalam streetwear.
Beberapa merek streetwear terkemuka meliputi PROLETA RE ART, Jaded London, Who Decides War, Pleasures, Thought We Friends, A-COLD-WALL*, Rhude, Brain Dead, dan Perks And Mini. Setiap merek mewakili pendekatan yang berbeda, mulai dari kerajinan artisanal hingga penceritaan mewah dan rilis tren yang bergerak cepat.
PROLETA RE ART berfokus pada denim daur ulang buatan tangan, mengubah setiap potong menjadi barang yang unik. Merek ini menekankan seni dan kelangkaan, menunjukkan bagaimana streetwear dapat menyatu dengan kerajinan pesanan khusus.
Jaded London didorong oleh tren dan bergerak cepat, dikenal karena visibilitas selebriti, pop-up, dan rilis produk yang cepat. Merek ini mewakili sisi komersial streetwear sambil menyoroti tantangan keberlanjutan dalam mode cepat.
Who Decides War, A-COLD-WALL*, Rhude, dan Brain Dead mengintegrasikan desain dengan narasi budaya. Mereka menggunakan pakaian untuk mengeksplorasi identitas, komunitas, dan pengaruh subkultur, menjadikan gaya juga sebagai bentuk komentar sosial.
Padukan karya artisanal yang menonjol dengan item yang didorong tren atau grafis untuk menyeimbangkan kerajinan dan relevansi kontemporer. Pendekatan ini memungkinkan Anda untuk terlibat dengan budaya dan gaya sambil mempertahankan individualitas.
Hak cipta foto Instagram











