Kembalinya Potongan Rambut Hockey Flow
Potongan rambut hockey flow telah kembali, memadukan lapisan bertekstur dengan gerakan alami seiring budaya hoki kembali menjadi sorotan
Kembalinya hockey flow
Potongan rambut “hockey flow”, yang dulunya merupakan ciri khas di arena es dan ruang ganti, kini kembali populer. Rambut berukuran sedang hingga panjang dengan panjang yang berfokus pada bagian atas (crown), tekstur berlapis, dan sisiran ke belakang yang alami telah mendapatkan perhatian baru seiring budaya hoki kembali memasuki sorotan publik.
Sebagian dari kebangkitan ini dapat dikaitkan dengan Heated Rivalry, yang telah membantu membawa budaya hoki ke khalayak yang lebih luas, memperkenalkan kembali gaya visual khas olahraga tersebut, termasuk apa yang disebut rambut “lettuce” yang menjuntai dari balik helm, ke dalam budaya populer.
BACA JUGA: VMAN 56: Connor Storrie Breaks the Ice
Anatomi potongan tersebut
Hockey flow modern menekankan keseimbangan antara struktur dan gerakan alami. Rambut dibiarkan panjang di bagian atas dan tengkuk, memungkinkannya jatuh ke belakang secara alami atau diselipkan di belakang telinga. Lapisan panjang menciptakan gerakan pada rambut lurus dan volume yang terkendali pada tekstur bergelombang atau keriting.
Pengurangan volume bagian dalam (internal debulking) menghilangkan ketebalan tanpa menipiskan bagian ujung, yang tetap padat dan dipotong dengan gunting untuk menjaga pertumbuhan rambut tetap rapi. Gradasi rendah yang halus di pelipis dan tengkuk mempertegas garis luar tanpa mengurangi panjang rambut.
Berbeda dengan potongan fade atau garis tajam yang mendominasi gaya rambut pria saat ini, hockey flow dirancang untuk terlihat lebih alami seiring berjalannya waktu. Para pemangkas rambut mengatakan bahwa versi terbaik dari potongan ini muncul setelah beberapa minggu, saat lapisan rambut mulai melembut dan rambut menyesuaikan dengan bentuk alaminya.
Cara memintanya
Bagi mereka yang ingin mendapatkan tampilan ini, komunikasi dengan pemangkas rambut adalah kuncinya. Mintalah panjang sedang hingga panjang di bagian atas dan belakang, lapisan panjang yang menyatu, pengurangan volume bagian dalam, garis tepi yang dipotong dengan gunting, serta gradasi rendah di pelipis dan tengkuk.
Menggunakan istilah seperti “hockey flow” atau “lettuce” mungkin membantu di tempat pangkas rambut yang akrab dengan budaya hoki, tetapi menjelaskan strukturnya akan memastikan potongan rambut sesuai dengan yang diinginkan.
Hockey flow adalah pengingat bahwa gaya dapat berubah seiring waktu. Kebangkitannya pada tahun 2026 bermula dari minat baru terhadap hoki dan tren yang lebih luas terhadap gaya rambut yang mengutamakan gerakan alami dibandingkan potongan yang terlihat kaku di hari pertama.
