Berpakaian Ala Sosialita Tahun 1920-an Tak Pernah Terlihat Sebagus Ini Dengan Koleksi SS25 CELINE
The Bright Young Things kembali berbalut kasmir musim panas, bersulam dekadensi, berpakaian seolah-olah mereka memiliki dunia, atau setidaknya sore hari
Kembalinya dekadensi
Sangat mudah untuk membayangkannya: suatu tempat di sebuah taman Inggris, terbungkus di atas kursi rotan, asap rokok mengepul di atas kancing perak.
Mereka tertawa seperti dunia akan berakhir besok, seolah-olah mereka adalah ahli waris yang sah.
Mereka adalah Bright Young Things—muda, kaya, nekat, dan mustahil. Dan kini, dalam koleksi SS25 CELINE, mereka telah kembali.
Hedi Slimane merancang pakaian dan menghidupkan kembali hantu.
Koleksi yang diberi judul The Bright Young ini merupakan surat cinta untuk Anglomania tahun 1920-an, obsesi yang menggebu-gebu terhadap semua hal berbau Inggris yang pernah menguasai Versailles dan kemudian menjangkiti para sosialita paling dekaden di London.
Seragam para visioner Hedi-jaket yang dipangkas, baju putih kriket, dan blazer berperahu-adalah sebuah manifesto.
Penjahit CELINE diukir dari nostalgia: Kain Inggris, ditenun ulang dari kasmir dan wol musim panas tahun 1920-an, seperti sebuah kenangan yang dapat Anda kenakan.
Sulaman trompe l’oeil memainkan trik pada mata, seperti sebuah rahasia yang hanya diketahui oleh pemakainya.
Jaket dayung, yang dibuat dengan tangan di studio adibusana CELINE, berkilau dengan patches heraldik-teknik bordir perak yang dipoles yang dulunya hanya diperuntukkan bagi seragam militer, kini dijahit pada tubuh mereka yang berperang hanya karena bosan.
Lalu ada sepatu: Richelieus, para biarawan, dan derby meruncing, yang begitu tajam sehingga bisa mengeluarkan darah.
Mereka termasuk tipe orang yang berjalan-jalan di Mayfair saat fajar, dengan kantong yang dipenuhi gabus sampanye, kekayaan dan masa depan yang diwariskan dan tidak pasti.
BACA LEBIH BANYAK CELINE Dandani Park Bo Gum dan TWS untuk Penghargaan MAMA 2024
Mimpi di luar sana
Visi Hedi tidak berhenti pada pakaian saja. Koleksi ini menghadirkan sebuah dunia—sebuah panggung yang ditata dengan sepeda hitam berbahan kulit alami, keranjang anyaman yang dipenuhi bunga potong Norfolk, dan kano yang hanyut perlahan di bawah langit Inggris. Sebuah mimpi yang tampak tanpa upaya namun sebenarnya direncanakan dengan matang.
“Kini menjadi mode di kalangan anak muda untuk meniru gaya Inggris saat berpakaian,” tulis Louis-Sébastien Mercier pada tahun 1781.
Hedi pasti tersenyum saat membaca itu. Modis? Mungkin saja. Namun lebih dari itu—ini adalah cara untuk mengatakan: Kitalah yang menulis sejarah sekarang.
The Bright Young Things selalu lebih dari sekadar indah-mereka adalah mitos.
Dan untuk Musim Semi/Musim Panas ’25, CELINE telah mendandani mereka dengan tepat.
Kesopanan CELINE




