Bagi Bintang Pop Vietnam Thể Thiên, Surga adalah Perjalanan ke Da Nang
Penyanyi yang berbasis di Saigon ini membagikan versinya tentang hari yang sempurna di surga, menjelajahi pesisir dan kuliner terbaik di Da Nang
Surga yang dekat dengan rumah
Thể Thiên adalah salah satu bintang pop Vietnam yang paling cepat naik daun, dikenal karena persona panggungnya yang penuh energi dan gaya santai yang keren di luar panggung.
Keponakan dari komposer legendaris Vietnam Trịnh Công Sơn, Thể Thiên tumbuh di lingkungan musik dan bermimpi menjadi penyanyi sejak usia muda. Mantan penata gaya selebriti ini beralih profesi pada awal tahun 2025 dengan merilis album debutnya, Trần Thế.
Berbasis di Kota Ho Chi Minh (Saigon) yang luas, Thể Thiên kini terjebak dalam pusaran latihan, pemotretan, dan jadwal tur. Jadi, di hari liburnya, apa yang ia cari sangatlah sederhana: ketenangan, kesunyian, dan kesempatan untuk sekadar menikmati keberadaannya.
“Berasal dari Saigon, saya adalah anak kota,” katanya. “Jadi menurut saya penting untuk sesekali melakukan perjalanan dan mengambil napas sejenak. Da Nang adalah salah satu kota di mana Anda mendapatkan kehidupan perkotaan dan pantai—dan Anda juga bisa pergi ke pegunungan. Inilah definisi surga bagi saya—di mana saya bisa memperlambat ritme, menulis jurnal, dan tidak melakukan apa-apa.”
Dalam lima tahun terakhir, perairan biru dan kehidupan kota Da Nang yang ramai telah menjadikannya salah satu destinasi wisata yang sedang berkembang di Asia. Namun bagi Thể Thiên, perjalanan ke Da Nang adalah semacam pulang kampung: keluarganya berasal dari daerah tersebut. Ia tumbuh dengan menyantap makanan Vietnam tengah, menyebutkan favoritnya seperti bánh xèo—sejenis “panekuk” kunyit gurih yang renyah dengan isian udang dan babi.
“Vietnam Tengah akan selalu memiliki tempat khusus di hati saya karena keluarga saya sebenarnya berasal dari Hue, yang hanya berjarak satu jam dari sini. Saya juga menyukai tempat ini karena makanannya—saya seorang pencinta kuliner sejati. Keseimbangan sempurna antara rasa gurih dan manis adalah ciri khas wilayah ini.”
Dalam video ini, Thể Thiên mengajak kita ikut serta selama satu hari di surga versinya. Baca lebih lanjut di bawah ini untuk mengetahui lebih banyak tentang tempat favoritnya di Da Nang, Vietnam.
10.00: InterContinental Da Nang Sun Peninsula Resort
Terletak di Semenanjung Son Tra yang rimbun, InterContinental Da Nang Sun Peninsula Resort adalah mahakarya arsitek Bill Bensley. Dengan desain berundak yang mengalir turun ke pantai pribadi, resor ini menawarkan pemandangan laut yang panoramik.
Tamu dapat melintasi properti melalui kereta kabel vertikal Nam Tram, sebuah penghormatan bagi perahu keranjang tradisional Vietnam. Resor ini juga merupakan rumah bagi langur kaki merah yang terancam punah, menjadikannya surga bagi para pencinta alam.
12.00: Bánh Xèo Bà Dưỡng
Tersembunyi di gang sempit di Jalan Hoàng Diệu, Bánh Xèo Bà Dưỡng adalah institusi kuliner di Da Nang. Selama lebih dari tiga dekade, tempat ini telah menyajikan hidangan senamanya, bánh xèo: panekuk beras berbumbu kunyit yang diisi dengan udang, babi, dan tauge. Hidangan ini disajikan dengan herba segar dan kertas beras untuk digulung, serta saus kacang untuk dicelupkan.
Di Vietnam Tengah, bánh xèo disebut bánh khoái, dan biasanya berukuran lebih kecil serta lebih renyah dibandingkan dengan jenis yang ada di Saigon dan Hanoi.
14.00: XLIII Specialty Coffee
Sebelumnya dikenal sebagai 43 Factory Coffee Roaster, XLIII Specialty Coffee adalah salah satu tempat terbaik di Da Nang untuk kopi kriya. Terletak di area My An yang trendi, kafe ini memiliki desain minimalis dan menawarkan pilihan biji kopi terkurasi yang bersumber secara global.
Dengan fokus pada keberlanjutan, XLIII menyediakan lingkungan yang tenang—termasuk kolam koi yang berkilauan ini—untuk duduk dan menikmati kopi yang diseduh dengan teliti, atau sekadar menyatu dengan alam.
15.00: Pantai Mỹ Khê
Tepat di ujung jalan dari XLIII adalah Pantai Mỹ Khê, bentangan pesisir ramai yang dikelilingi pohon kelapa yang menurut penduduk setempat adalah pantai terindah di Vietnam. Dikenal karena ombaknya yang tenang dan pasir emasnya, pantai ini populer bagi peselancar maupun penyuka berjemur.
Pada sore hari di hari kerja, suasananya sangat santai, cocok untuk berenang sejenak atau sekadar duduk di bawah pohon sambil menyeruput kelapa muda segar.
17.00: Jembatan Naga (Cầu Rồng)
Membentang di atas Sungai Han di Da Nang, Jembatan Naga adalah simbol ikonik dari perkembangan pesat kota ini dan warisan budaya Vietnam. Dengan panjang 666 meter, jembatan ini menyerupai naga, makhluk yang berakar kuat dalam mitologi Vietnam.
Pada akhir pekan, naga tersebut menyemburkan api dan air, menawarkan pertunjukan spektakuler yang memikat penduduk lokal dan wisatawan.
19.00: La Maison 1888
La Maison 1888 adalah restoran pertama dan satu-satunya di Vietnam Tengah yang meraih bintang Michelin—sejauh ini. Tempat ini, yang meniru rumah mewah kolonial Prancis, menawarkan menu cicip Prancis yang dikurasi oleh koki Pierre Gagnaire.
Fotografi dan Video Barack Huy
Produksi District One Studios
Pengarah artistik Hoa Ton



