Jefri Nichol Merekomendasikan Film-film Indonesia yang Menginspirasinya
Aktor Indonesia tersebut membagikan film-film yang telah membentuk perspektifnya baik di layar maupun di luar layar, mulai dari komedi romantis hingga drama yang menghantui
Jefri Nichol, yang tampil di sampul edisi digital Black Tie VMAN Asia Tenggara November lalu, dikenal atas karyanya di sinema Indonesia, namun ia juga memiliki pandangan tajam terhadap film-film yang telah membentuk dirinya.
Dalam percakapan saya dengannya tahun lalu, ia membagikan daftar film Indonesia yang direkomendasikannya, menawarkan gambaran sekilas tentang kisah-kisah yang telah memengaruhi perspektifnya baik di dalam maupun di luar layar.
Janji Joni (2005)
Ia memulai dengan Janji Joni, sebuah komedi romantis yang berlatar di Jakarta. Film ini mengisahkan seorang kurir gulungan film yang berpacu dengan waktu untuk mengantarkan tabung film ke bioskop sebelum pemutaran dimulai. Kisah ini menangkap energi kota dengan humor dan pesona, menyoroti keindahan dalam kekacauan sehari-hari.
Tenggelamnya Kapal Van der Wijck (2013)
Berikutnya dalam daftarnya adalah Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, sebuah drama periode tentang cinta yang tragis antara Zainuddin dan Hayati. Hubungan mereka diuji oleh kelas sosial dan keadaan, dan film ini dikenal karena sinematografinya yang luas dan kedalaman emosionalnya.
Pengabdi Setan (2017)
Nichol juga merekomendasikan Pengabdi Setan, sebuah film horor yang berfokus pada atmosfer dan ketegangan daripada ketakutan yang terang-terangan. Kisah ini mengikuti sebuah keluarga yang menghadapi kekuatan supernatural setelah kematian sang ibu. Perhatiannya yang cermat terhadap suara dan detail menciptakan rasa takut yang melekat.
Autobiography (2022)
Ia menyertakan Autobiography, sebuah film reflektif yang mengeksplorasi pemahaman seorang pemuda tentang masa lalu orang tuanya dan identitasnya sendiri. Film ini bersifat meditatif dan menawarkan pandangan introspektif tentang ingatan dan keluarga.
Ali Topan (2023)
Terakhir, ia menyarankan Ali Topan, sebuah klasik sinema Gelombang Baru Indonesia, yang dibintanginya sendiri. Film ini mengisahkan seorang pemuda pemberontak yang menghadapi tantangan kehidupan modern sambil menyeimbangkan tradisi dan keinginan pribadi. Nichol menyoroti kejujurannya dan penggambaran kegelisahan masa muda.
Dari petualangan romantis hingga horor supernatural, dari perjalanan introspektif hingga realisme sosial, film-film ini mewakili luasnya sinema Indonesia dan kisah-kisah yang beresonansi dengan Jefri Nichol.

