Arloji Seiko Memberikan Penghormatan kepada Burung Kicau Filipina yang Terancam Punah
Saat Seiko meluncurkan arloji terbaru yang terinspirasi dari Filipina, setiap detaknya menghormati Whisker Pitta yang sulit dipahami sambil menanamkan harapan untuk masa depan Sierra Madre, satu pohon dalam satu waktu
Oleh Dayne Aduna
Seekor burung langka
Sebagai penghormatan terhadap keanekaragaman hayati Filipina yang kaya, Seiko meluncurkan arloji edisi terbatas kelimanya, yang terinspirasi dari Whiskered Pitta, spesies burung yang hampir terancam punah yang berasal dari hutan hujan di Filipina. Rilisan terbaru ini melanjutkan tradisi Seiko dalam menyoroti keajaiban alam Filipina, setelah edisi sebelumnya yang merayakan Terumbu Karang Tubbataha, Matahari Terbit Filipina, Elang Filipina, dan Terasering Sawah Banaue.
Whisker Pitta, yang dikenal dengan bulunya yang cerah dan siulan bernada tinggi yang khas, mendiami semak belukar hutan yang lebat di seluruh kepulauan Filipina. Burung yang tertutup ini, yang lebih sering didengar daripada dilihat, melambangkan keseimbangan ekosistem negara yang rapuh dan kebutuhan mendesak akan upaya konservasi.
Arloji yang hanya diproduksi terbatas sebanyak 1.288 buah ini memiliki casing baja tahan karat 39,5 mm dengan permukaan kristal safir dan ditenagai oleh mesin jam otomatis 6R35 dengan daya tahan hingga 70 jam. Desain arloji ini menggabungkan elemen-elemen yang terinspirasi dari penampilan burung yang mencolok, sekaligus menawarkan fungsionalitas dengan peringkat ketahanan air 200 meter dan cincin bagian dalam kompas yang dapat diputar.
Percakapan melalui ketepatan waktu
Di luar perannya sebagai penunjuk waktu, arloji ini memiliki tujuan lingkungan yang lebih besar. Setiap pembelian jam tangan ini berkontribusi pada reboisasi pegunungan Sierra Madre, habitat alami Whiskered Pitta. Melalui kemitraan dengan FEED (Fostering Education & Environment for Development, Inc.), Seiko telah berkomitmen untuk menanam satu pohon untuk setiap arloji yang terjual. Lebih dari 1.150 pohon telah ditanam, dan akan terus bertambah.
Dengan harga PHP 54,000, jam tangan edisi terbatas ini merupakan simbol kepedulian terhadap lingkungan dan pengingat akan warisan alam Filipina, yang harus dilindungi untuk generasi mendatang.

Dayne Aduna
Dayne Aduna is an Associate Editor at VMAN Southeast Asia, specializing in fashion, grooming, film, television, and contemporary pop culture. With a strong editorial focus on menswear, his work explores how style intersects with shifting cultural movements across Southeast Asia and beyond.
His expertise spans fashion journalism, celebrity profiling, grooming and skincare trends, fragrance, runway reporting, and cultural commentary, with a particular eye for emerging creatives and youth-driven style.
Dayne has written extensively on fashion houses, seasonal trends, designer collections, and the evolving image of the modern Southeast Asian man, bringing both editorial depth and cultural relevance to his coverage.
