Renata Membawa Warisan dan Potongan Modern ke Streetwear Filipina
Renata menafsirkan kembali streetwear Filipina melalui keahlian yang terinspirasi dari warisan budaya dan desain yang dibuat agar sesuai dengan pemakai di Asia Tenggara saat ini
Recommended Video
Kelahiran kembali melalui desain
Label yang berbasis di Manila Renata menafsirkan kembali streetwear dengan memadukan keahlian tradisional dengan desain modern. Didirikan oleh Zeno Cruz dan Lee Angelo Dizon, merek ini berfokus pada denim selvedge dan pakaian bergaya warisan budaya yang dibentuk untuk penggunaan kontemporer. Setiap helai pakaian dibuat agar tahan lama dan dirancang untuk kenyamanan, daya tahan, serta potongan yang melengkapi tipe tubuh orang Asia Tenggara.
Nama Renata, yang dalam bahasa Latin berarti “lahir kembali”, mencerminkan filosofi merek tersebut. Lee mengatakan, “Kami mengambil banyak inspirasi dari pakaian bergaya warisan budaya, tetapi kami ingin menafsirkannya kembali. Pakaian tradisional sering kali memiliki siluet yang ramping dan pas di badan, yang tidak selalu cocok untuk kami. Jadi, kami membayangkannya kembali melalui sudut pandang modern. Dari sanalah ide ‘kelahiran kembali’ muncul.” Zeno menambahkan, “Banyak orang Asia Tenggara menghargai bagaimana potongan pakaian kami karena kami menyesuaikan proporsinya. Beberapa orang bahkan menyebutnya ‘Asian fitting’.”
Dari tren ke identitas
Kedua pendiri tumbuh besar dalam budaya streetwear. Lee ingat pernah mengenakan celana Yeezy Calabasas dan kaus BAPE saat sekolah dasar. “Saudara laki-laki ibu saya tinggal di AS, dan setiap kali dia mengunjungi Filipina, dia akan membawakan beberapa pasang sepatu Jordan. Itulah yang benar-benar memulai segalanya bagi saya.” Mereka ingat saat menemukan Supreme dan Thrasher saat remaja. “Saya bertanya kepada ibu saya apakah dia bisa membelikan saya sesuatu dari Supreme, tanpa menyadari harganya sekitar $500. Akhirnya, saya mendapatkan kaus Thrasher, memakainya ke sekolah, dan sejak saat itu saya terpikat.”
Menurut para pendiri, streetwear saat ini lebih tentang individualitas dibandingkan sebelumnya, ketika segalanya berpusat pada merek yang Anda kenakan. Zeno mencatat bahwa aksesibilitas telah memungkinkan lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam mode, sementara Lee menekankan bahwa identitas kini lebih menentukan sebuah pakaian daripada sebuah logo.
Berkreasi untuk Asia Tenggara
Koleksi Renata dipengaruhi oleh gaya internasional maupun regional. Meskipun desain Barat dan Jepang memberikan dasar, Asia Tenggara membentuk identitas merek tersebut. Zeno mencatat, “Banyak dari koleksi kami mendatang mengambil inspirasi dari perjalanan kami melintasi Thailand, Vietnam, dan Indonesia.”
“Dari potongan hingga detail konstruksi, keahlian adalah tempat kami menonjolkan identitas kami. Semuanya dibuat di Filipina. Kami ingin mengenal produk kami luar dan dalam serta menjaga kualitas tetap konsisten. ”
Bagi para pendiri, streetwear telah berkembang menjadi budaya yang inklusif. Lee menjelaskan, “Anda melihat semua gaya ‘core’ ini di internet, gorpcore, normcore, quiet luxury, tetapi semuanya mencerminkan individualitas alih-alih sekadar tren.” Zeno menyebutnya “inklusif. Streetwear saat ini adalah untuk semua orang. Tidak terikat pada satu kelompok, satu tampilan, atau satu status. Apa pun yang beresonansi dengan Anda, itulah streetwear saat ini.”
Pendekatan Renata memposisikannya di persimpangan antara tradisi dan inovasi. Merek ini melestarikan warisan budaya sambil beradaptasi dengan kebutuhan modern, menawarkan pakaian yang fungsional sekaligus ekspresif. Bagi mereka yang mencari pakaian yang mencerminkan identitas pribadi dan kerajinan regional, Renata mewakili babak baru dalam streetwear Filipina.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Renata adalah merek streetwear yang berbasis di Manila yang didirikan oleh Lee Angelo Dizon and Zeno Cruz. Merek ini memadukan keahlian yang terinspirasi dari warisan budaya dengan potongan modern dan berfokus pada kualitas, daya tahan, serta desain yang disesuaikan untuk tipe tubuh orang Asia Tenggara.
Renata berarti “lahir kembali” dalam bahasa Latin. Para pendiri memilihnya untuk mencerminkan filosofi mereka dalam menafsirkan kembali pakaian warisan klasik untuk penggunaan kontemporer.
Renata menekankan individualitas dan ekspresi diri di atas logo merek. Para pendiri merancang koleksi yang memungkinkan orang menunjukkan kepribadian dan gaya hidup mereka melalui pakaian.
Semua pakaian Renata dibuat di Filipina. Merek ini memprioritaskan produksi langsung, pemilihan kain yang cermat, dan perhatian pada detail konstruksi untuk menjaga kualitas.
Renata mendorong penggunaan pakaian yang mencerminkan identitas pribadi daripada tren. Memulai dengan pakaian dasar yang tak lekang oleh waktu seperti jaket denim dengan potongan yang pas atau kemeja berkualitas memungkinkan individu untuk menyesuaikan proporsi dan aksesori dengan gaya mereka sendiri.
Fotografi Joseph Bermudez
Pengarahan seni Mike Miguel
Mode Corven Uy
Penata rambut dan rias wajah Jean Anganangan, Crish Marfil, Patricia Marcaida, dan Dhanver Serrano (Nix Institute of Beauty)
Model Nubi Osman
Desain produksi Studio Tatin
Produksi Francis Vicente
Penata cahaya Rojan Maguyon
