Apakah Rutinitas Anda Merusak Gairah Seksual Anda?
Bagi banyak pria dalam hubungan, gairah seksual yang memudar sering kali berasal dari kebiasaan sehari-hari yang membentuk kembali hasrat hingga keintiman terasa berbeda
Dalam banyak hubungan jangka panjang, penurunan gairah seksual tidak terasa dramatis. Sering kali terasa membingungkan. Seorang pria mungkin masih mencintai pasangannya, masih merasa tertarik padanya, masih menikmati kedekatan. Namun di antara tenggat waktu pekerjaan, begadang, dan rutinitas sehari-hari, seks mulai terasa terjadwal.
Banyak orang menganggap ini adalah hal yang wajar terjadi seiring waktu. Namun, para ahli kesehatan dan hubungan mengatakan bahwa kebiasaan sehari-hari dapat membentuk hasrat seksual lebih dari yang disadari orang.
Berikut adalah pola gaya hidup umum yang mungkin menurunkan gairah seksual tanpa disadari.
BACA JUGA: Panduan Pria untuk Membangkitkan Gairah di Ranjang
1. Kurang tidur
Ketika Anda terus-menerus lelah, segalanya terasa lebih sulit, termasuk keintiman. Tidur memengaruhi hormon yang membantu mengatur hasrat seksual. Namun bahkan di luar hormon, kelelahan hanya menurunkan energi dan minat pada apa pun yang membutuhkan usaha.
Jika Anda tidur larut malam, bangun pagi, atau bermain ponsel di tempat tidur setiap malam, tubuh Anda mungkin beroperasi dalam mode bertahan hidup alih-alih mode kesenangan.
2. Hidup dalam mode stres yang konstan
Stres dari pekerjaan, uang, tekanan keluarga, atau sekadar kehidupan modern dapat secara langsung memengaruhi gairah seksual. Ketika tubuh merasa stres, ia berfokus pada pemecahan masalah dan tetap waspada. Itu bukanlah kondisi di mana hasrat biasanya tumbuh.
Banyak orang terbiasa stres sepanjang waktu, yang membuat lebih sulit untuk menyadari seberapa besar hal itu memengaruhi suasana hati dan keintiman.
3. Minum lebih banyak dari yang Anda kira
Minuman beralkohol dapat membantu orang bersantai. Namun, minum berat secara teratur dapat menurunkan kinerja, energi, dan respons seksual secara keseluruhan. Beberapa orang merasa lebih terbuka secara mental untuk berhubungan seks setelah minum, tetapi tubuh mereka tidak merespons dengan cara yang sama.
Seiring waktu, penggunaan alkohol berat juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan stamina secara keseluruhan.
4. Berolahraga terlalu keras tanpa istirahat
Olahraga biasanya baik untuk libido. Namun, berlatih secara intens setiap hari tanpa makanan atau pemulihan yang cukup dapat membuat tubuh terlalu lelah. Ketika tubuh kelelahan, ia berfokus pada perbaikan dan kelangsungan hidup, bukan reproduksi.
Jika olahraga membuat Anda terus-menerus pegal, lelah, atau rendah energi, hal itu dapat memengaruhi lebih dari sekadar otot Anda.
5. Terlalu banyak waktu layar dan konten seksual digital
Ponsel, media sosial, dan konten seksual daring semuanya dapat memengaruhi perhatian dan gairah seiring waktu. Stimulasi konstan dapat membuat keintiman kehidupan nyata terasa lebih lambat atau kurang menarik bagi sebagian orang.
Bahkan di luar konten seksual, terlalu sering menggunakan ponsel dapat mengurangi koneksi emosional dan kedekatan fisik dalam hubungan.
Para ahli mengatakan libido biasanya berubah secara perlahan, tidak dalam semalam. Hal ini sering kali dibentuk oleh rutinitas sehari-hari lebih dari yang diperkirakan orang. Bagian yang menggembirakan adalah bahwa perbaikan gaya hidup kecil dapat membuat perbedaan nyata. Tidur yang lebih baik, lebih sedikit stres, nutrisi seimbang, dan koneksi emosional yang lebih kuat sering kali membantu hasrat kembali secara alami.
Bagi banyak orang, gairah seksual berasal dari penciptaan kondisi di mana hasrat dapat muncul secara alami.
Penurunan gairah seksual secara bertahap sering kali terkait dengan kebiasaan sehari-hari daripada hilangnya daya tarik. Faktor-faktor seperti kurang tidur, stres kronis, penggunaan alkohol berat, olahraga berlebihan, dan ketegangan hubungan yang tidak terselesaikan dapat mengurangi libido seiring waktu.
Ya, kurang tidur dapat menurunkan hormon yang mengatur hasrat seksual dan mengurangi energi secara keseluruhan, membuat keintiman terasa kurang menarik. Bahkan kurang tidur jangka pendek dapat memengaruhi motivasi dan gairah.
Stres kronis meningkatkan kadar kortisol dan menjaga tubuh dalam kondisi waspada tinggi, yang dapat menekan hasrat seksual. Ketegangan emosional dan mental dapat membuat lebih sulit untuk merasa rileks dan terlibat dalam keintiman.
Ya, menyesuaikan kebiasaan sehari-hari dapat membuat perbedaan yang nyata. Meningkatkan tidur, mengelola stres, menyeimbangkan nutrisi, memoderasi alkohol, dan mengatasi ketegangan hubungan sering kali membantu memulihkan hasrat secara alami.
Waktu layar yang berlebihan, media sosial, dan konten seksual frekuensi tinggi dapat memengaruhi pola perhatian dan gairah, terkadang membuat keintiman kehidupan nyata terasa kurang merangsang. Membatasi gangguan digital dapat membantu meningkatkan koneksi dan hasrat.
