Sorotan dari Jakarta Fashion Week 2026
JFW 2026 mengungkapkan ritme baru dalam desain Asia Tenggara, di mana tradisi bertemu modernitas dalam koleksi yang berbicara dengan percaya diri kepada dunia
VMAN Asia Tenggara menghadiri Jakarta Fashion Week 2026 sebagai mitra media internasional resmi, menyaksikan bagaimana acara tersebut menyatukan beberapa desainer paling berpikiran maju di kawasan ini di bawah satu atap. Dari Jakarta hingga Manila, koleksi-koleksi tersebut menampilkan keahlian Asia Tenggara dan kehadirannya yang semakin meningkat di panggung global.
Studio moral
Presentasi Jakarta via Paris, yang menampilkan desainer Indonesia yang baru-baru ini memamerkan karyanya di Tranoï di Paris, menetapkan nada untuk acara tahun ini. Studio Moral memimpin inisiatif busana pria dengan koleksi yang mengeksplorasi ketegangan antara disiplin dan fluiditas. Desain-desain tersebut menyeimbangkan jahitan yang tajam dengan nuansa emosional.
Melalui program Jakarta via Paris , yang memasangkan desainer lokal dengan mentor Eropa dan konsultan media, karya Studio Moral mencerminkan ambisi desain Indonesia untuk beresonansi secara global sambil mempertahankan suara budaya yang khas.
Tangan privé
Pada peragaan busana Nusantara oleh DEWI Fashion Knights, Tangan Privé mempersembahkan koleksi yang berakar pada tradisi tekstil Indonesia yang kaya. Label tersebut mengambil inspirasi dari busana tradisional Nusantara dan mengubahnya menjadi bentuk kontemporer.
Setiap busana mencerminkan komitmen merek untuk mengangkat tekstil pribumi melalui jahitan modern. Koleksi ini merayakan kain Nusantara, menata ulang untuk masa kini sambil tetap berakar kuat pada identitas nasional. Melalui presentasi ini, Tangan Privé menunjukkan bagaimana tradisi dapat berkembang tanpa kehilangan esensinya.
KRATON Auguste soesastro
KRATON Auguste Soesastro mendekati tema Nusantara melalui lensa minimalis. Desainer tersebut meneliti keahlian tekstil Indonesia dan menafsirkannya kembali melalui siluet yang ramping. Desain-desainnya menyiratkan kecanggihan yang berakar pada kesadaran budaya.
Alih-alih memperlakukan tradisi sebagai ornamen, Kraton menyaringnya menjadi bentuk. Setiap tampilan membawa jejak seni kepulauan sambil berbicara dalam bahasa global desain modern. Hasilnya adalah koleksi yang menegaskan kembali posisi merek sebagai jembatan antara masa lalu Indonesia dan masa depan kreatifnya.
Francis libiran
Pada ASEAN Fashion Parade, desainer Filipina Francis Libiran mewakili Filipina sebagai satu-satunya desainer dari negaranya dalam jajaran tahun ini. Koleksi SS26-nya, Visions, menampilkan bentuk-bentuk berani yang mencerminkan warisan budaya dan desain.
Koleksinya menampilkan tenun Inaul dari Maguindanao, tekstil tradisional Filipina yang ditata ulang dalam interpretasi modern. Dipresentasikan bersama Rizman Ruzaini dari Malaysia dan Frederick Lee dari Singapura, karya Francis menggarisbawahi semakin menonjolnya mode Asia Tenggara di kancah internasional.
Jakarta Fashion Week 2026 menampilkan koleksi-koleksi unggulan dengan busana pria dari Studio Moral, Tangan Privé, Kraton Auguste Soesastro, dan Francis Libiran.
Studio Moral menjelajahi keseimbangan antara struktur dan emosi melalui jahitan dan esensial uniseks yang dirancang untuk keserbagunaan dan daya pakai abadi.
Tangan Privé menata ulang busana tradisional Nusantara dengan jahitan yang ramping dan siluet inovatif, merayakan warisan tekstil Indonesia melalui lensa modern dan canggih.
Koleksi Musim Semi/Panas 2026 Francis Libiran, berjudul “Visions,” menggabungkan keahlian Filipina dengan pandangan kontemporer, menampilkan bentuk-bentuk berani dan tenun Inaul dari Maguindanao yang ditafsirkan ulang dalam busana modern.
Acara tersebut mencerminkan gerakan yang berkembang di kalangan desainer Asia Tenggara untuk menggabungkan identitas budaya dengan estetika modern, memposisikan kawasan ini sebagai kekuatan yang muncul dalam mode global.
Atas perkenan Jakarta Fashion Week
Ucapan terima kasih khusus kepada Andandika Surasetja dan Irsyad Izzeddin









