Keberuntungan Menjadi Terkutuk, Gucci Horsebit Creepers Menulis Ulang Aturan
Menari di antara tradisi dan pemberontakan, sepatu ini menantang takhayul untuk mengesampingkan gaya
Oleh Dayne Aduna
Tradisi kuno
Nenek moyang kita mengajarkan bahwa memakai sepatu di dalam rumah akan membawa kesialan. Oleh karena itu, praktik meninggalkan sepatu di depan pintu rumah telah menjadi kepercayaan takhayul kuno dan bentuk penghormatan yang masih berlaku hingga saat ini. Tapi bagaimana jika alas kaki Anda mati seperti sepasang sepatu ini? Apakah Anda akan mempertaruhkan nasib Anda?
Diperkenalkan pada peragaan busana pria Musim Gugur/Musim Dingin 2024, sepatu bot Gucci Horsebit memadukan sol bergerigi tebal dengan detail desain yang halus, mulai dari perangkat keras berkuda yang sangat ikonis hingga plakat logam pada logo. Melalui bentuk dan konstruksinya, sepatu pantofel ini memiliki siluet klasik sekaligus memancarkan sikap kontemporer.
Penataan ulang siluet yang tak lekang oleh waktu ini hadir di saat fashion mewah merangkul perpaduan yang berani antara warisan dan modernitas. Sepatu-sepatu ini telah menarik perhatian yang signifikan dari para pengamat mode dan selebriti. Hasilnya, sepatu-sepatu ini telah mengukuhkan diri sebagai alas kaki yang paling didambakan pada musim ini. Ketinggian khas yang diberikan oleh sol tebal menciptakan tampilan yang mengesankan, sementara pengerjaannya yang sempurna menunjukkan warisan keunggulan Gucci yang tak lekang oleh waktu.
Entah dipajang dengan bangga di rak sepatu atau dikenakan dengan sikap acuh tak acuh, tanaman merambat ini telah melampaui asal-usul kegunaannya untuk menjadi objek keinginan yang menantang kebijaksanaan konvensional kita tentang keberuntungan, tradisi, dan gaya.
Pada akhirnya, mungkin sebagian aturan memang dimaksudkan untuk dilanggar secara indah.
Kisah ini muncul di halaman VMAN SEA 01: sekarang tersedia untuk dibeli!
Fotografi Grant Babia
Pengarahan seni Mike Miguel

Dayne Aduna
Dayne Aduna is an Associate Editor at VMAN Southeast Asia, specializing in fashion, grooming, film, television, and contemporary pop culture. With a strong editorial focus on menswear, his work explores how style intersects with shifting cultural movements across Southeast Asia and beyond.
His expertise spans fashion journalism, celebrity profiling, grooming and skincare trends, fragrance, runway reporting, and cultural commentary, with a particular eye for emerging creatives and youth-driven style.
Dayne has written extensively on fashion houses, seasonal trends, designer collections, and the evolving image of the modern Southeast Asian man, bringing both editorial depth and cultural relevance to his coverage.
