Timothée Chalamet dan Era Baru Tas Pria
Penampilan terbaru aktor tersebut dengan tas mini Kelly Hermès oranye menyoroti bagaimana tas pria menjadi pilihan aksesori utama bagi pria saat ini
Apakah Anda akan mengenakan ‘tas pria’?
Timothée Chalamet terlihat berjalan di New York City akhir pekan lalu, berpakaian dengan gaya yang hanya dia yang bisa membuatnya terlihat modis. Pakaiannya termasuk jogger biru dongker, hoodie putih, dan jaket kulit Givenchy. Namun, sentuhan terakhirnya adalah yang menarik perhatian publik: tas mini Kelly Hermès oranye, pada dasarnya tas pria, dikenakan menyilang di dadanya seperti aksesori berharga.
Tas tersebut, dilaporkan bernilai sekitar $10.000, adalah salah satu tas tangan terkecil dan paling didambakan dalam mode. Dengan latar belakang kasual celana olahraga dan sepatu bot taktis, itu tampak tidak pada tempatnya sekaligus sangat alami.
Bagi Timmy, ini bukan yang pertama. Aktor tersebut telah lama mengaburkan batas antara busana jalanan dan mode kelas atas, dan penampilan terbarunya melanjutkan kebiasaannya memadukan kemewahan dengan santai. Tidak sulit membayangkan bahwa mini Kelly mungkin hanya memuat vape atau pelembap bibir, namun hal itu tampaknya tidak relevan.
Dalam memadukan karya Hermès yang ikonik dengan pakaian sehari-hari, aktor yang diakui secara kritis tersebut menyoroti bagaimana pria modern mulai memandang tas sebagai bagian biasa dari berbusana.
Dari aksesori khusus menjadi pernyataan gaya
Tas pria telah menjadi salah satu aksesori paling terlihat dalam setahun terakhir. Apa yang dulunya dianggap sebagai barang khusus atau lelucon mode telah berkembang menjadi penanda selera yang serius. Perubahan ini halus namun signifikan.
Di media sosial dan jalanan kota, pria membawa tas yang lebih kecil dan terstruktur yang dulunya diperuntukkan bagi wanita. Istilah “murse” telah mengikuti tren tersebut, meskipun banyak dari desain baru ini sulit dikategorikan. Mereka berada di antara kepraktisan dan ekspresi.
Mini Kelly milik Timothée menandakan pergeseran ini. Tas Hermès telah lama dikaitkan dengan keanggunan dan kesederhanaan, sering terlihat di tangan wanita seperti Jane Birkin dan si kembar Olsen. Bagi aktor Marty Supreme, mengenakannya dengan jogger dan kepala plontos dilakukan dengan sengaja. Ini menunjukkan bahwa kemewahan tidak lagi harus formal. Sebuah keyakinan bahwa siapa pun dapat mendefinisikan ulang cara mengenakan barang tradisional.
Membentuk aksesori maskulin baru
Other examples of this shift are found in brands that have shaped the current idea of masculine elegance. The Bottega Veneta Cassette crossbody, with its woven leather and minimalist design, has become a favorite for men who value sophistication.
Tas selempang Dries Van Noten Soft Crossbody menawarkan daya tarik serupa, melembutkan potongan yang terstruktur dengan desain yang mengalir. Tas Small Crescent Lemaire, melengkung seperti kue, memadukan ironi dengan keahlian. Tas-tas ini membawa sikap tersendiri.
Munculnya tas pria mencerminkan evolusi yang lebih luas dalam cara pria mendekati mode. Selama beberapa dekade, percakapan seputar busana pria berpusat pada kegunaan dan kesederhanaan. Saat ini, percakapan telah bergeser ke arah individualitas.
Aksesori yang dulunya dianggap feminin telah didefinisikan ulang sebagai netral, dan tas pria kini nyaman berada dalam redefinisi tersebut. Pria tidak lagi diharapkan untuk memasukkan semuanya ke dalam saku mereka. Sebaliknya, mereka memilih untuk membuat pernyataan tentang gaya pribadi, selera, dan kebebasan untuk beraksesori.
Kemewahan untuk generasi baru
Keputusan Timmy untuk mengenakan mini Kelly Hermès pada hari santai mungkin terlihat spontan, tetapi itu sesuai dengan pola yang berkembang tentang bagaimana selebriti modern memengaruhi arah mode. Penampilannya menangkap momen budaya di mana kode gender dalam pakaian terus memudar, digantikan oleh pemahaman yang lebih cair tentang apa artinya berpakaian dengan baik.
Bahkan tas oranye kecil dapat menceritakan kisah yang lebih besar tentang perubahan gagasan maskulinitas dan kemewahan. Apa yang dulunya merupakan simbol kehalusan dunia lama telah menemukan kehidupan baru sebagai tanda kepercayaan diri dan individualitas. Saat Timothée berjalan di jalanan New York, tasnya menangkap cahaya kota, rasanya seperti pengumuman bahwa tas pria bukan lagi bahan lelucon tetapi aksesori yang menentukan zaman kita, suka atau tidak suka.
Timothée Chalamet was spotted in New York with an orange Hermès mini Kelly, showing how luxury accessories are being worn more casually. His look reflected a modern approach to fashion where high-end pieces mix with everyday streetwear.
The orange Hermès mini Kelly that Timmy carried is estimated to cost around $10,000, making it one of the most coveted and expensive small handbags in fashion.
Timmy’s choice highlights how the man purse has become a mainstream accessory. It shows that men are increasingly comfortable using bags as a form of self-expression and personal style.
Yes. In 2025, man purses have grown in popularity as more men embrace versatile accessories like crossbody and mini bags from brands such as Hermès, Bottega Veneta, and Lemaire.
Men can take inspiration from Timothée by pairing a statement bag with relaxed pieces such as joggers, hoodies, or sneakers. The key is to make luxury items feel natural in everyday settings.
Foto-foto milik Instagram, Bottega Veneta, Dries van Noten, Lemaire



