Sorotan dari Pekan Mode Kuala Lumpur 2025
Di bawah sorotan lampu panggung Kuala Lumpur yang terang, para desainer mengubah tujuh hari pertunjukan menjadi gambaran jelas masa lalu, masa kini, dan masa depan mode Malaysia.
Pekan Mode Kuala Lumpur 2025 menyatukan beberapa suara kreatif paling khas Malaysia, dengan setiap koleksi menawarkan perspektif berbeda tentang bagaimana pakaian dapat menafsirkan budaya, fungsi, dan identitas. Selama tujuh hari pertunjukan, panggung peragaan busana berfungsi sebagai tempat eksperimen dan cerminan identitas mode negara yang terus berkembang.
Dalam meliput acara tersebut, VMAN Southeast Asia terbang dari Filipina melalui AirAsia dan menginap di InterContinental Kuala Lumpur sepanjang minggu.
Kit woo — Bumi itu datar
Membuka pekan ini, koleksi SS25 Kit Woo, berjudul Bumi itu Datar, adalah studi cermat tentang volume dan siluet. Ke-23 tampilan netral gender ini dibangun di atas eksplorasi struktur khas desainer, menggunakan draperi bungkuk, lipatan berbentuk bumerang, dan konstruksi modular.
Setiap karya seolah mempertanyakan hubungan konvensional antara pakaian dan tubuh, menyeimbangkan desain konseptual dengan kemampuan pakai yang langsung. Itu adalah pernyataan yang percaya diri dan halus yang menggarisbawahi posisi Woo sebagai salah satu desainer Malaysia yang paling didorong secara intelektual.
Syomirizwa gupta — perpaduan disko dan resor
Pertunjukan Syomirizwa Gupta memadukan kenyamanan busana resor dengan kemewahan era disko. Panggung peragaan busana dibuka dengan ledakan warna jenuh dengan linen ringan dalam nuansa sitrus sebelum beralih ke busana malam monokrom yang menangkap energi lantai dansa. Potongan busana siap pakai yang menonjol dari linen renyah menunjukkan perhatian desainer terhadap kepraktisan dan keanggunan. Tampilan malam, berpayet dan mengalir, menawarkan undangan untuk mendapatkan kembali kegembiraan dan teatrikalitas kehidupan malam.
TACT airport — keanggunan fungsional dalam perjalanan
TACT Airport memperkenalkan pendekatan baru pada pakaian kerja melalui sudut pandang pelancong yang sering bepergian. Gaun kemeja yang disesuaikan, setelan satin, dan rajutan berlapis ditata bersama kacamata ramping dari Sunglass Hut dan koper jinjing RIMOWA. Hasilnya adalah visi keanggunan fungsional yang kohesif, pakaian yang mampu bergerak mulus dari terminal bandara ke pertemuan profesional, dirancang untuk gaya hidup modern dan mobile.
TERKAIT: para visioner malaysia yang menempatkan model asia tenggara di peta global
Ezzati Amira — busana formal pahatan
Ezzati Amira menata ulang busana formal dengan kepekaan pahatan, melapisi lipatan, rumbai, dan setelan jas sebagai pengganti dasi tradisional. Pertunjukan ini adalah studi tentang tekstur dan proporsi, mengganggu pakaian kantor konvensional sambil mempertahankan rasa presisi dan kehalusan. Ini menyajikan visi busana formal yang kurang tentang konformitas dan lebih tentang individualitas.
Uzair shoid — warisan dalam gerak
Koleksi Uzair Shoid mengambil inspirasi dari tenunan tradisional dan motif akuatik, mengintegrasikannya ke dalam siluet modern. Desainnya menampilkan manipulasi kain yang rumit, dengan pola dan tekstur yang membangkitkan air yang bergerak. Perpaduan teknik warisan dan gaya kontemporer ini menciptakan pakaian yang terasa berakar budaya dan dinamis secara visual.
MSYD — legenda distopia
Dalam Legenda Distopia, MSYD merajut cerita rakyat Melayu ke dalam narasi panggung peragaan busana sinematik. Kulit mendominasi koleksi, dilapiskan ke dalam siluet yang presisi namun kuat yang menyeimbangkan kekuatan dengan kehalusan. Pertunjukan ini dengan jelas menunjukkan bagaimana tema tradisional dapat dibingkai ulang untuk audiens kontemporer, menghasilkan desain yang terasa berakar pada sejarah dan berpandangan ke depan dalam eksekusi.
BEHATI — warisan dengan drama
Menutup pekan ini, BEHATI menampilkan koleksi yang memadukan busana tailoring berukuran besar dan setelan jas kuat dengan referensi langsung ke warisan Malaysia. Setelan Songket dan baju melayu menampilkan detail yang terinspirasi Victoria untuk menciptakan siluet yang terasa megah dan modern. Batik, sampin, songkok, dan tengkolok muncul dalam tampilan, menempatkan pakaian budaya dalam konteks kontemporer yang berorientasi mode. Penutup ini menegaskan keahlian BEHATI dalam memadukan warisan dan mode tinggi serta menghadirkan koleksi yang merayakan identitas melalui desain.
Pekan Mode Kuala Lumpur 2025 pada akhirnya memperkuat kekuatan dan keragaman industri mode Malaysia. Di seluruh pertunjukan, para desainer menunjukkan bahwa tradisi dan inovasi tidak saling bertentangan tetapi bertindak sebagai elemen pelengkap yang membentuk narasi mode negara tersebut.
Fotografi bibo aswan dan amirul Irfan
Terima kasih khusus kepada InterContinental Life dan AirAsia






















