5 Aturan Mengenakan Jam Tangan Ini Layak Diikuti (dan Sedikit Dilanggar)
Kode tertentu dalam mengenakan jam tangan berfungsi secara praktis, sementara yang lain dapat dilanggar demi gaya.
Recommended Video
Beberapa aturan yang perlu diperhatikan
Sama seperti setelan jas yang dibuat khusus, jam tangan hadir dengan sejumlah konvensi yang melayani tujuan pragmatis maupun gaya.
Pada intinya, keajaiban mekanis ini perlu membuat Anda tetap mengetahui waktu yang tepat. Untuk melakukannya, jam tangan harus tetap bersih, terawat dengan baik, dan bebas dari bahaya—kerusakan fisik, magnetisme, perubahan suhu, dan sejenisnya. Dan cara pemakaian tertentu memungkinkan Anda untuk melindunginya.
Namun, jam tangan juga telah berkembang menjadi sarana untuk mengekspresikan selera pribadi Anda, baik melalui tali, dial, bezel, maupun tampilan keseluruhan dari penunjuk waktu tersebut. Dan di sinilah beberapa aturan sering kali dilanggar.
Berikut adalah ringkasan dari beberapa panduan mengenai jam tangan dan bagaimana Anda dapat mengikuti atau menyesuaikannya:
1. Kenakan jam tangan pada tangan non-dominan Anda
Ini semua tentang keamanan. Dengan jam tangan di tangan non-dominan, jam tersebut tetap terlindungi dari potensi kerusakan saat Anda melakukan tugas sehari-hari: mencatat, membuka pintu, dan sejenisnya.
Aturan ini sering dinyatakan sebagai ‘kenakan jam tangan Anda di tangan kiri,’ dan untuk alasan yang baik: hanya 10% dari populasi dunia yang kidal. Ini juga menjadi alasan mengapa sebagian besar penunjuk waktu memiliki crown—kenop yang digunakan untuk mengatur waktu—di sisi kanan. (Itulah sebabnya orang kidal lainnya tetap mengenakan jam tangan di tangan kiri, karena terasa canggung untuk mengatur jam tangan di pergelangan tangan kanan.)
Namun seperti yang sering kami katakan tentang pakaian, di mana pun Anda merasa nyaman, kenakanlah di sana.
Catatan tentang jam tangan yang pas di atas tulang pergelangan tangan: ini juga merupakan fungsi dari perawatan. Menjaga kecocokan yang tepat dengan cara ini akan mengurangi ketegangan pada tali dan pergeseran yang tidak perlu yang dapat merusak penunjuk waktu.
2. Pilih jam tangan yang sesuai dengan acara dan pakaian
Lagipula, ada alasan mengapa kategori dan kata sifat itu ada: dress watch untuk acara formal. Jam tangan sporty untuk acara luar ruangan. Ketidakcocokan dapat terlihat mencolok, merusak tampilan keseluruhan Anda.
Kecuali jika memang itulah tujuannya.
Namun, ada manfaatnya memahami warna, logam, dan bahan mana yang paling cocok dengan tampilan tertentu sehingga kontras yang disengaja tetap terlihat menarik secara visual. Misalnya, jam tangan selam sudah terlihat menonjol saat dipadukan dengan tuksedo, jadi pertimbangkan warna yang lebih lembut agar dapat melengkapi pakaian Anda.
3. Emas dengan emas, perak dengan perak
Bagi pencinta jam tangan logam, sudah menjadi kebiasaan untuk mencocokkan tali jam dengan gesper sabuk, cincin, manset, dan aksesori lainnya. Hal ini memang memberikan tampilan yang ramping dan seragam, tetapi ini bukan aturan yang kaku.
Alih-alih mencocokkan logam Anda secara persis, kelompokkan berdasarkan warna yang serupa. Logam ‘hangat’ seperti kuningan dan emas dapat dipasangkan bersama, atau dikontraskan dengan nada ‘dingin’ seperti perak dan krom untuk kontras yang halus.
Orang, pilih saja jam tangan logam dua warna agar Anda memiliki lebih banyak pilihan untuk dipadukan.
4. Dasarkan ukuran jam tangan Anda pada pergelangan tangan, bukan jenis kelamin
Umumnya, jam tangan pria berukuran lebih besar, sedangkan penunjuk waktu wanita lebih kecil dan lebih tipis. Aturannya tidak kaku, tetapi lebih baik memilih ukuran jam tangan berdasarkan pergelangan tangan Anda—jika Anda menginginkan tampilan yang proporsional—daripada sekadar berdasarkan jenis kelamin. Tidak ada yang melarang Anda mengenakan jam tangan tipis seperti gelang jika itu adalah tampilan yang Anda inginkan, atau jika itu cocok dengan pakaian Anda hari itu.
Meskipun demikian, jam tangan berukuran besar cenderung terlihat sedikit kurang seimbang dibandingkan dengan yang lebih kecil, sehingga merusak proporsi seluruh ansambel Anda. Jika Anda pergi ke tempat yang menuntut keteraturan dan profesionalisme, pertimbangkan jam tangan yang lebih ramping.
5. Perhatikan cara Anda memperhatikan waktu
Ini bukan sekadar aturan gaya, melainkan tentang tata krama. Jika Anda berulang kali melihat waktu atau terang-terangan memeriksa jam tangan saat sedang dalam rapat, percakapan, atau kencan, Anda berpotensi mengirimkan pesan yang tidak sopan.
Bersikaplah bijaksana saat melihat jam tangan Anda. Atau, lebih baik lagi, bahkan sebelum pergi ke acara Anda, aturlah jadwal Anda dan rencanakan sebelumnya agar Anda tidak perlu merasa bingung dengan waktu.
Kisah klasik sepanjang masa
Sama seperti bagaimana pakaian pria saat ini menunjukkan pergeseran ke arah kenyamanan—sambil tetap mengingat aturan untuk menyesuaikannya—kini ada sikap yang lebih santai dalam mengenakan jam tangan. Semuanya bermuara pada preferensi pribadi, kepantasan, dan kenyamanan.
Apakah Anda akan mengikuti konvensi atau melanggarnya sama sekali, satu hal yang harus pasti: jam tangan Anda harus selalu membuat Anda tetap sejalan dengan waktu.
Foto atas izin Piaget, Pexels, dan Unsplash