Berapa Lama Anda Bisa Bertahan Tanpa Mencuci Celana Jins?
Menentukan jadwal pencucian yang tepat bergantung pada bahan kain, frekuensi pemakaian, dan garis tipis antara pesona keausan alami dan kondisi yang sudah sangat kotor.
Celana jins adalah pakaian pokok di sebagian besar lemari pakaian, dikenakan di tempat kerja, saat bepergian, di akhir pekan, dan sering dipakai ulang tanpa banyak pertimbangan. Meskipun popularitasnya, masih ada perdebatan tentang seberapa sering sebenarnya celana jins perlu dicuci. Beberapa penggemar denim mengatakan untuk menghindari pencucian selama berbulan-bulan, sementara yang lain percaya pada pencucian rutin. Kebenarannya berada di tengah-tengah dan bergantung pada faktor-faktor seperti jenis denim, seberapa sering Anda memakainya, dan lingkungan tempat Anda memakainya.
BACA JUGA: mengapa semua orang menggunakan denim berlapis—dan cara mengaplikasikannya
Denim Mentah vs. Sudah Dicuci
Pendapat terkuat tentang frekuensi pencucian biasanya berasal dari pemakai denim mentah. Sering disebut sebagai denim kering, jenis ini tidak diolah dan tidak dicuci, biasanya gelap dan kaku saat baru. Dibuat untuk menyesuaikan bentuk tubuh seiring waktu, membentuk lipatan alami dan pola pudar yang mencerminkan kebiasaan pemakainya. Untuk mempertahankan efek personalisasi ini, denim mentah umumnya dikenakan selama beberapa bulan sebelum pencucian pertamanya. Banyak penggemar bertujuan untuk menunggu setidaknya enam bulan, terkadang lebih lama.
Namun penundaan ini tidak murni estetika. Di komunitas denim tertentu, membiarkan celana jins mentah menua tanpa dicuci dianggap sebagai tanda komitmen. Mencuci terlalu cepat, menurut mereka, menghilangkan potensi pudar kontras tinggi dan mengganggu kemampuan kain untuk menua secara alami.
Denim yang sudah dicuci sebelumnya, sebaliknya, telah melalui proses perawatan yang melembutkan kain dan mengurangi kelebihan pewarna. Celana jins ini sudah terasa nyaman saat dibeli dan cenderung tidak banyak berubah warna atau bentuk. Mereka dapat menangani pencucian yang lebih sering tanpa memengaruhi penampilannya, menjadikannya pilihan yang lebih praktis untuk pemakaian sehari-hari.
Kapan Sebaiknya Anda Mencuci?
Para ahli umumnya menyepakati panduan praktis. Celana jins sebaiknya dicuci setiap 5 hingga 10 kali pemakaian, tergantung pada gaya hidup dan penggunaan. Jika dikenakan pada hari-hari dengan aktivitas tinggi seperti bepergian, perjalanan, atau bekerja di iklim hangat, mereka mungkin perlu dicuci lebih sering. Jika digunakan lebih santai atau di cuaca yang lebih dingin, mereka bisa bertahan lebih lama di antara pencucian.
Tanda-tanda bahwa celana jins perlu dicuci meliputi kotoran yang terlihat, bau, kekakuan, atau iritasi kulit. Meskipun beberapa bau dapat dikurangi dengan menjemurnya atau menggantungnya di area yang berangin, penumpukan minyak tubuh dan keringat pada akhirnya mungkin memerlukan pencucian yang tepat. Perlu dicatat bahwa bakteri dari kulit atau lingkungan jarang berbahaya kecuali ada luka terbuka, tetapi mereka masih dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau iritasi seiring waktu.
Cara Mencuci Celana Jins dengan Benar
Setelah tiba waktunya untuk mencuci, teknik itu penting. Balikkan celana jins ke luar dalam untuk membantu menjaga warna, gunakan air dingin untuk meminimalkan penyusutan dan hilangnya warna, dan pilih siklus lembut dengan sedikit deterjen. Hindari pemutih dan pelembut kain, yang dapat merusak kain seiring waktu.
Pengeringan udara lebih disukai. Panas dari pengeringan mesin dapat mengubah bentuk celana jins dan menyebabkan keausan yang tidak perlu pada serat. Menggantungnya dengan bagian pinggang membantu menjaga bentuk dan memungkinkan denim mempertahankan strukturnya.
Pergeseran Sikap
Perdebatan perawatan denim mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam cara orang mendekati perawatan pakaian. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan dan umur panjang pakaian, konsumen beralih dari aturan kaku menuju kebiasaan yang lebih fleksibel. Pencucian yang sering, yang dulunya dianggap perlu, kini dilihat sebagai sesuatu yang hanya dilakukan jika benar-benar diperlukan, bukan sebagai bagian dari rutinitas.
Merek denim besar telah memperhatikan. Levi’s, misalnya, menyarankan mencuci celana jins setiap 10 kali pemakaian atau kurang, tergantung pada gaya hidup. Merek lain kini menyertakan label perawatan dengan instruksi terperinci yang menekankan umur panjang kain daripada pembersihan yang sering.
Tidak ada jadwal universal untuk mencuci celana jins. Sebaliknya, keputusan harus didasarkan pada jenis kain, frekuensi pemakaian, kenyamanan pribadi, dan kondisi lingkungan. Bagi kebanyakan orang, mencuci setiap lima hingga sepuluh kali pemakaian mencapai keseimbangan yang wajar. Cukup sering untuk menjaga kebersihan tetapi cukup jarang untuk menjaga tampilan dan rasa denim.
Daripada mengikuti aturan ketat, cara terbaik merawat denim adalah dengan tetap praktis. Perhatikan bagaimana celana jins Anda terlihat, terasa, dan berbau. Cuci hanya jika diperlukan, dan saat Anda mencucinya, lakukan dengan benar.
Foto-foto oleh Études Studio, Levi’s, Louis Vuitton, Léon Denim
