4 merek pakaian pria India ini mendapatkan pengakuan global
Ketika tekstil India muncul di berbagai peragaan busana Eropa musim ini, gelombang baru merek-merek lokal mendefinisikan ulang pakaian pria global dari dalam.
Pada Pekan Mode Pria baru-baru ini di Paris dan Milan, India bukan hanya sekadar referensi. India menjadi pusat pembicaraan. Mulai dari motif bordir hingga tekstil dan palet warna, para desainer di seluruh Eropa beralih ke tradisi kerajinan India untuk inspirasi. Namun, sementara rumah mode Barat terus meminjam dari bahasa estetika anak benua, beberapa merek yang berbasis di India kini melangkah ke panggung global dengan caranya sendiri.
Merek-merek ini tidak hanya berakar di India. Mereka secara aktif membentuk babak baru pakaian pria, yang didefinisikan oleh keahlian, penceritaan, dan relevansi global. Berikut adalah empat merek terkemuka yang mendorong perubahan ini, dari peragaan busana Paris hingga bengkel di New Delhi.
TERKAIT: sentimental craftcore hadir, dan ini adalah hal besar berikutnya dalam pakaian pria
1. Kartik Research
Kartik Research melakukan debut peragaan busananya di Paris Men’s Fashion Week dengan koleksi Spring/Summer 2026, menandai titik balik bagi desainer Kartik Kumra. Bertajuk How To Make In India, peragaan busana ini berfungsi sebagai presentasi sekaligus pernyataan posisi. Ini menyerukan agar kerajinan India diakui bukan sebagai aksen dekoratif untuk desain Barat, tetapi sebagai kekuatan utama dalam mode.
Berbasis di India, Kartik telah secara konsisten membangun kehadiran internasional. Sejak mendirikan merek pada tahun 2021, ia telah membuka toko di Lower East Side New York dan berekspansi ke pengecer besar seperti Dover Street Market dan Selfridges. Koleksi baru ini menampilkan pakaian yang dihias dengan rumit, sutra bercetak, dan penjahitan yang santai. Untuk pertama kalinya, koleksi ini juga memperkenalkan pakaian wanita, mencerminkan daya tarik merek yang semakin meningkat di berbagai audiens.
Kartik menggambarkan pendekatannya lebih didasarkan pada insting daripada tren. “Kami ingin menunjukkan kepada pelanggan ke mana harus pergi daripada mengikuti apa yang sedang laris,” katanya. Estetika merek ini menggabungkan detail maksimalis dengan siluet fungsional. Celana kargo dibordir dengan motif bunga. Kemeja sutra diselesaikan dengan teknik pewarnaan vintage. Hasilnya adalah alternatif yang mencolok dari minimalisme yang terus mendominasi industri.
2. KARDO
Didirikan pada tahun 2013 di New Delhi, KARDO telah mengukir ceruk dalam pakaian pria buatan tangan yang lambat. Merek ini menekankan transparansi dan teknik tradisional, memproduksi setiap pakaian melalui sistem “ONExONE” yang khas. Satu penjahit membuat setiap potong dari awal hingga akhir, dan setiap item menyertakan label yang mencantumkan nama orang yang membuatnya.
KARDO bekerja sama dengan komunitas pengrajin di seluruh India untuk menggabungkan kain tenun tangan, cetak blok, dan pewarna alami ke dalam siluet kontemporer. Bahan-bahan seperti denim indigo alami, tenun ikat, dan bordir chikankari menjadi dasar pakaian pria mereka.
Model produksi merek ini dibangun untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan ketertelusuran. Lebih dari sekadar filosofi desain, KARDO menampilkan dirinya sebagai respons terhadap mode cepat, menunjukkan bahwa manufaktur etis dan estetika modern dapat selaras dalam ruang pakaian pria.
3. ITOH
ITOH beroperasi dari New Delhi dengan fokus pada penyempurnaan pengaruh vintage menjadi pakaian pria modern. Merek ini menggunakan kain tenun tangan berkualitas tinggi dan menafsirkannya kembali melalui penjahitan klasik. Bahasa desainnya cenderung ke arah kemewahan yang tenang, dengan blazer santai, kemeja utilitarian, dan pakaian terpisah yang disesuaikan yang mengutamakan bahan dan bentuk daripada hiasan.
ITOH tidak membuat pernyataan estetika yang mencolok, dan kesubtilan itu disengaja. Merek ini bertujuan untuk mengubah persepsi tekstil India, bukan dengan menekankan warisan demi dirinya sendiri, tetapi dengan mengintegrasikan kerajinan ke dalam desain yang bersaing di tingkat global.
Merek ini menempati ruang antara tradisi dan modernitas, menarik konsumen yang menghargai detail sederhana dan inovasi tekstil. Pengakuannya yang semakin meningkat menunjukkan bagaimana kerajinan India dapat bergerak melampaui pasar pengrajin dan menjadi bagian dari percakapan pakaian pria internasional.
4. HARAGO
Didirikan pada tahun 2019 oleh Harsh Agarwal, HARAGO adalah merek berbasis di Jaipur yang telah menarik perhatian karena penggunaan tekstil vintage dan teknik kerajinan regional. Apa yang dimulai sebagai operasi keluarga telah berkembang menjadi merek mode yang menggabungkan bahan arsip dengan siluet modern.
HARAGO paling dikenal dengan kemeja lengan pendek khasnya dan pakaian bergaya resor yang terbuat dari kain tenun tangan, permadani yang digunakan kembali, dan bordir yang terinspirasi dari benda-benda rumah tangga sehari-hari. Potongan-potongan sering menampilkan teknik seperti kantha, sujni, cetak blok, dan manik-manik tingkat couture.
Merek ini bekerja dengan kelompok pengrajin di beberapa negara bagian India, termasuk Gujarat, Assam, dan Benggala Barat. Meskipun pakaiannya memiliki estetika kasual, banyak yang melibatkan konstruksi kompleks dan tingkat penyelesaian tangan yang tinggi. Komitmen HARAGO untuk bercerita melalui pakaian telah menjadikannya yang menonjol dalam gerakan global menuju mode yang bertanggung jawab dan berakar budaya.
Pergeseran perspektif
Meskipun banyak desainer Eropa terus mencari inspirasi dari India, merek-merek ini menegaskan kehadiran mereka sendiri di panggung global. Mereka mendefinisikan narasi daripada hanya menyediakan referensi. Ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam mode, di mana transparansi produksi, pelestarian kerajinan, dan konteks budaya memiliki bobot yang sama dengan daya tarik estetika.
Dengan menempatkan kerajinan India sebagai inti desain kontemporer, merek-merek seperti Kartik Research, KARDO, ITOH, dan HARAGO tidak hanya menanggapi minat global. Mereka menetapkan standar baru untuk apa yang bisa menjadi pakaian pria modern. Seiring dengan terus terdesentralisasinya pusat gravitasi mode, India tidak lagi hanya menjadi bagian dari percakapan tetapi semakin memimpinnya.
Foto-foto milik Kartik Research, KARDO, ITOH, HARAGO








