5 Aksesori yang Menentukan Penampilan Setelan Jas
Bahkan setelan jas terbaik pun bisa terlihat kurang menarik tanpa aksesori yang tepat. Berikut adalah detail yang menyatukan semuanya.
Setelan jas hanyalah pembuka dalam upacara berbusana rapi. Bagian utama, bagian yang diingat orang, sering kali terungkap di detail kecil: kilauan pin kerah, sentuhan sapusaku, atau simetri cummerbund yang terpasang erat di pinggang. Aksesori, yang sering dianggap sebagai pelengkap, adalah tempat kisah sebenarnya dari gaya pribadi diceritakan.
Di bawah ini adalah rincian lima aksesori penting yang perlu dipertimbangkan saat mengenakan setelan jas hari ini, beserta bagaimana masing-masing berkontribusi pada kesan yang lebih rapi dan terencana.
TERKAIT: 7 aturan klasik berbusana setelan jas untuk pria (dan cara yang tepat untuk melanggarnya)
1. Sapusaku
Sapusaku tetap menjadi salah satu cara termudah untuk memperkaya setelan jas. Pilihan standar, sapusaku putih bersih yang dilipat rapi, masih diterima secara luas. Namun, warna dan pola, bila digunakan dengan batasan, semakin umum. Kuncinya adalah koordinasi, bukan pencocokan.
Sapusaku berpola harus menggemakan, bukan menduplikasi, nuansa dasi atau kemeja. Seiring semakin banyak pria kembali ke busana formal pasca-pandemi, sapusaku telah muncul kembali sebagai perlengkapan rutin dalam lemari pakaian formal, terutama untuk acara yang membutuhkan perbedaan visual tanpa berlebihan.
2. Ikat Pinggang
Ada perdebatan yang sedang berlangsung mengenai peran ikat pinggang dalam busana formal. Beberapa penata gaya berpendapat bahwa jika celana memiliki lubang ikat pinggang, maka harus digunakan. Yang lain percaya bahwa ikat pinggang mengganggu garis rapi busana. Dalam beberapa musim terakhir, kedua pendekatan ini telah hidup berdampingan.
Saat dikenakan, ikat pinggang harus menyatu dengan mulus dengan setelan jas atau menonjol secara sengaja sebagai pilihan desain. Bahan suede dan hasil akhir matte semakin populer, terutama dalam warna netral, menawarkan alternatif modern untuk kulit yang dipoles.
3. Cummerbund
Awalnya diadopsi dari busana Asia Selatan oleh perwira Inggris, cummerbund dulunya dikhususkan untuk acara formalitas tinggi. Hari ini, ia ditafsirkan ulang dalam warna yang lebih berani dan kain yang lebih ringan, terutama dalam busana malam.
Para desainer semakin sering memadukan cummerbund berwarna cerah dengan dasi kupu-kupu yang serasi, menjauh dari warna hitam atau biru tengah malam tradisional. Daya tariknya tidak hanya pada estetika tetapi juga pada cara ia meningkatkan proporsi, terutama saat dikenakan dengan tuksedo.
4. Hiasan Kerah
Pin kerah dan boutonnière tidak lagi dikhususkan untuk pernikahan. Merek seperti Alexander McQueen telah menghidupkan kembali ide ini dengan pin pahatan dan motif bunga yang menambah tekstur pada tampilan yang cenderung sederhana. Bunga asli, terutama anggrek dan calla lily, masih terlihat di acara formal. Namun, pin enamel dan aksen logam muncul sebagai alternatif serbaguna yang berfungsi baik di luar acara seremonial.
5. Tas yang Tepat
Membawa ponsel, dompet, dan barang penting lainnya saat mengenakan setelan jas menghadirkan tantangan: bagaimana menjaga siluet rapi busana tanpa saku yang menggembung. Jawabannya terletak pada pouch malam, aksesori kecil dan terstruktur tanpa pegangan. Merek seperti Lanvin telah memperkenalkan versi kulit ramping yang dirancang khusus untuk acara formal, menawarkan keseimbangan antara fungsionalitas dan formalitas. Ini adalah solusi halus untuk masalah modern.
Dalam semua ini, pesannya jelas: pria berbusana terbaik adalah mereka yang memahami bahwa keindahan dan kesempurnaan ada pada detailnya. Setelan jas mungkin membuat Anda diterima, tetapi aksesori lah yang akan membuat Anda diingat.
Foto oleh Dior, Dolce&Gabbana, Lanvin




