Apa Arti Tema Met Gala 2025?
Sebuah perayaan gaya, identitas, dan pemberontakan, Met Gala 2025 mendefinisikan ulang penjahitan sebagai sesuatu yang personal dan politis-jadi, apa arti dari penjahitan yang disesuaikan untuk Anda?
Recommended Video
Hitung mundur menuju Met
Meskipun terlihat masih jauh, Met Gala 2025 akan segera tiba sebelum Anda menyadarinya. Pada bulan Oktober lalu, para co-chair untuk tahun ini telah diperkenalkan: Colman Domingo, Lewis Hamilton, A$AP Rocky, Pharrell Williams, dan tentu saja, Anna Wintour. Temanya? Sempurna: Menyesuaikan Gaya Hitam. Kode berpakaiannya? Disesuaikan untuk Anda.
Anda mungkin bertanya-tanya: Apa maksudnya itu?
Dalam beberapa hal, tema ini mudah dipahami-pakaian sebagai identitas, gaya pribadi sebagai bentuk perlawanan, menjahit sebagai sesuatu yang intim sekaligus publik.
Pameran yang menyertai Met mengambil inspirasi dari buku Slaves to Fashion karya Monica L. Miller: Black Dandyism and the Styling of Black Diasporic Identity, sebuah buku yang menelusuri sejarah pesolek kulit hitam dari Eropa era Pencerahan hingga kota metropolitan kontemporer seperti London, New York, dan Paris.
Pesolek hitam sebagai pemberontakan
Pesolek hitam, dalam banyak hal, merupakan tindakan pemberontakan.
Di dunia di mana identitas kulit hitam secara historis telah dibatasi oleh stereotipe dan ekspektasi, sang dandy mengambil ekspektasi tersebut—tentang kelas, maskulinitas, dan kehormatan—dan membentuknya kembali menjadi sesuatu yang indah sekaligus subversif. Pakaian pria bergaya tinggi, tekstil yang semarak, penggunaan warna dan potongan yang berani—fashion bukan sekadar ekspresi diri, melainkan sebuah reklamasi.
Inilah inti dari Met Gala 2025. Namun tentu saja, muncul pertanyaan tentang bagaimana wujud nyatanya pada hari Senin pertama di bulan Mei nanti.
Kode berpakaian, Tailored for You, menawarkan panduan sekaligus kebebasan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana tema sering kali mengundang interpretasi harfiah (Heavenly Bodies menghadirkan jubah dan halo, Camp menuntut kelebihan dan ironi), tema kali ini mengalihkan perhatian ke dalam diri.
Bagaimanapun juga, tailoring adalah hal yang sangat pribadi—pengukuran yang dilakukan dekat dengan kulit, kain yang dipilih dengan cermat. Ini adalah seni sekaligus pelindung.
TERKAIT: Bersiap-siap: Rauw Alejandro Menghadiri Gala Pertemuan Pertamanya Dengan Ludovic de Saint Sernin
Apa yang diharapkan
Jadi, apa yang akan kita lihat? Kemungkinan besar, malam dengan setelan jas yang indah—kerah yang tajam, sulaman yang rumit, serta potongan yang memeluk dan membingkai tubuh dengan presisi. Aksesori akan menjadi kunci: sapu tangan saku dan bros, dasi sutra, serta manset bertabur mutiara.
Mungkin beberapa orang akan bersandar pada referensi sejarah, membangkitkan gaya dandy abad ke-18 dengan mantel beludru, sementara yang lain akan mengambil pendekatan futuristik, di mana tailoring dibayangkan kembali dalam material yang tidak terduga. Keindahannya adalah tidak ada jawaban tunggal.
Apa yang membuat sesuatu disesuaikan untuk Anda? Itulah pertanyaannya. Met Gala hanya menawarkan sebuah panggung untuk menjawabnya.
Hak cipta foto Russell Frederick, The Met, dan Kenangan Masa Lalu